DA’I

NAMA: HIBATUL LAYINA (B05210028)

SOSIOLOGI 2F1

Khutbah Hari Besar Islam

Khutbah pada Hari Raya Kurban atau Idul Adha

Tema                      : “Tauladan dari Nabi Ibrahim dan Ismail”

Tanggal dan waktu: 10 Dzulhijjah, setelah shalat Idul Adha dengan durasi sekitar 20 menit

Konsep                   : pembuka, isi, dan penutup

  1. Pembukaan

Diawali dengan bacaan takbir sebanyak sembilan kali. . .

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah. .

Marilah pada kesempatan yang mulia ini, kita sebagai hamba Allah yang senantiasa membutuhkan rahmat dan taufik-Nya. Seharusnyalah menunjukkan ketakwaan kepada Allah SWT dimana saja dan kapan saja.

Selanjutnya, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT dengan menggunakan kenikmatan yang diberikan-Nya untuk melakukan kebaikan-kebaikan sebanyak-banyaknya.

  1. Isi

Pada hari ini Allah mengagungkan derajat hari, sebab di hari ini pada masa yang lampau Allah menguji kekasih-Nya yaitu Nbi Ibrahaim dengan perintah-Nya untuk menyembelih puteranya yang bernama Ismail as.

Setelah perintah itu betul-betul dilaksanakan dengan ikhlas lahir batin, demikian pula sang putera dengan ikhlas menyerahkan jiwa raganya sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT. Tidak begitu lama kemudian malaikata Jibril datang dengan membawa domba dari surga, kemudian domba itulah itulah yang disembelih dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

Kaum muslimin yang berbahagia. .

Saya tidak akan menguraikan kisah tersebut karena saya yakin para hadirin sudah mengetahuinya. Barangkali yang tidak kalah penting adalah kita mengambil tauladan dari ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim as menerima perintah dari Allah meskipun harus menyembelih puteranya. Demikian pula contoh ketaatan dan keikhlasan Nabi Ismail as melaksanakan perintah Allah serta ketegarannya harus disembelih orang tuanya sendiri.

Karena semua perintah tersebut di atas berasal dari Allah tentu banyak mengandung hikmah. Berupa kebaikan-kebaikan dan pasti tidak ada maksud jelek dibalik perintah itu.

Jamaah sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah. .

Di antara amal yang paling utama pada hari ini tanggal 10 Dzulhijjah atau bisa disebut hari Nahr adalah berkurban. Jangan sampai kita masuk ke dalam orang yang dido’akan

Rasulullah SAW dengan do’a yang jelek bagi siapa yang seharusnya mampu berkurban tetapi tidak mau berkurban. Sebagaimana terdapat dalam hadist beliau.

barang siapa diberi kelapangan rezeki kemudian dia tidak mau berkurban, maka lebih meninggallah dalam kondisi Yahudi atau Nasrani

  1. Penutup

Ma’asyirol muslimin Rahimakumulloh. .

Demikian khutbah yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan apa yang saya sampaikan mendapatkan ridlo taufik serta hidayah dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘alamin. . .

Pengajian Rutin

Tema                    :  meninggalkan hawa nafsu menuju Ilahi

Waktu                  : 05.00 – 05.30

Konsep                 : pembukaan, isi, sesi tanya jawab, penyelesaian masalah dan penutup

  1. Pembukaan

Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sehingga kita semua diberi kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang penuh berkah dan maghfiroh ini.

Tak lupa shlawat serta salam kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dimana beliau telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yaitu dinul islam wal iman.

  1. Isi

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah. .

Ketahuilah bahwa di dalam diri manusia ada kekuatan-kekuatan. Kekuatan itu sering disebut dengan hawa nafsu. Hawa nafsu itu dapat pula diartikan se4bagai keinginan-keinginan diri. Hawa nafsu bisa diterjemahkan sebagai egoisme atau kecenderungan diri untuk mencapai keinginan-keinginan yang berupa kenikmatan sensual, kesenangan jasmani, atau ingin memperoleh perhatian, ingin dihormati, dan diistimewakan.

Para suffiyun menjelaskan bahwa tidak ada hijab yang paling besar, menghalangi sampainya hamba untuk bertaqarrub kepada Allah selain hawa nafsu. Hawa nafsu sebagai kekuatan yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Kekuatan hawa nafsulah yang paling berperan menjauhkan kita dari Allah SWT. Paling tidak ada tiga kekuatan hawa nafsu yang ada di dalm diri kita, yaitu:

1)      Quwwatun bahimiyah atau kekuatan kebinatangan.

Dalam diri kita terkandung unsur-unsur kebinatangan. Unsur inilah yang mendorong kita untuk mencari kepuasan lahiriah seperti makan, minum, bersenang-senang, atau kenikmatan sensual semata.

Kalau saja kita turuti kekuatan bahimiyah ini, maka kita akan terlena dengan materi belaka. Bahkan kita kehilangan kepekaan terhadap sesama. Hilanglah nilai sosial, nilai juang di dalam kehidupan. Yang ada hanya sifat individualistik yang mementingkan diri sendiri saja. Maka apabila keinginan itu menguasai kita, maka sebenarnya kita adalah bintang-binatang secara ryhaniyah kita menampakkan seperti manusia.

2)      Quwwatun sab’iyah atau kekuatan binatang buas.

Jauh di dalam diri kita, kita memiliki kekuatan binatang buas. Kita tidak cukup menikmati makanan yang ada, kedudukan yang ada. Tetapi kita ingin mengalahkan orang lain, kita ingin menguasai hak orang lain, menyerang orang lain. Kita suka membenci, bahkan ingin menghancurkan atau mendengki orang lain. Itulah kekuatan binatang buas yang suka berbuat jahat terhadap sesamanya.

Apabila kita senang memelihara dendam , iri hati, kejengkelan dan kejahatan, kita sebenarnya adalah serigala-serigala buas yang berwujud manusia.

3)      Quwwatun syaithaniyyah atau kekuatan setan.

Inilah kekuatan yang mendorong kita untukmembenarkan segala kejahatan yang kita lakukan. Misalnya kita mengambil hak orang lain, setan membisikkan dalam hati kita agar tidak merasa bersalah.

Maka apabila dalam diri kita yang berkuasa adalah kepandaian mencari dalih dan alasan untuk membenarkan kekeliruan- kekeliruan kita, secara hakikat kita adalah syetan yang mempunyai penampilan manusia. Na’udzubillahi min dzalik. . .

  1. Sesi tanya jawab

Pertanyaan:

  • Apakah semua perbuatan jahat dan tercela yang kita lakukan semuanya berasal dari hawa nafsu?
  • Bagaimana caranya agar hawa nafsu tidak menguasai diri kita?

Jawaban:

  • Iya, semua perbuatan kita yang tidak terpuji adalah berasal dari hawa nafsu kita, baik quwwatun bahimiyah, quwwatun sab’iyah atau quwwatun syaithaniyyah. Karena hawa nafsulah yang menyebabkan kita ingkar dari perintah Allah dan ajaran-ajaran islam.
  • Kita harus selalu menggunakan akal sehat kita setiap kita akan bertindak atau melakukan sesuatu. Karena hanya dengan akala sehatlah kita mampu manundukkan ketiga kekuatan hawa nafsu tersebut.
  1. Penyelesaian masalah

Semua perbuatan dan dimanapun kita berada selalu dibayangi oleh setan, dan setan yang paling berat untuk kita musnahkan yaitu yang ada di dalam diri kita sendiri yang berwujud hawa nafsu.

Untuk memerangi hawa nafsu tersebut di dalam diri kita tersimpan satu kekuatan yang berasal dari percikan Nur Ilahi yaitu quwwatun rabbaniyah. Kekuatan ini terletak pada akal sehat kita. Tugas akal sehat yaitu mengendalikan seluruh hawa nafsu itu. Kita harus mempergunakan akal sehat kita dalam melakukan apapun agar kita tidak selalu terbelenggu dalam hawa nafsu.

  1. Penutup

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah. .

Marilah kita berusaha menaklukkan hawa nafsu kita dan meletakkan akal sehat kita diatas ketiga kekuatan yang berasal dari hawa nafsu itu. Karena hanya denagn itu kita berlayar menuju Allah

Demikian ceramah yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan apa yang saya sampaikan mendapatkan ridlo taufik serta hidayah dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘alamin. . .

Walimatul Urusy

Tema         : Menuju Pernikahan Bahagia

Waktu       : Durasi sekitar 15 menit

Konsep      : Pembukaan, isi, dan penutup

1. Pembukaan

Assalammualaikum Wr. Wb. . .

Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena pada hari ini kita semua diberi kenikmatan berupa kesehatan sehingga dapat berkumpul pada acara yang istimewa dan penuh berkah ini.

Tak lupa pula shalawat serta salamselalu kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Karena berkat beliaulah kita dapat menuju zaman yang terang benderang yaitu Dinul Islam wal Iman. . .

2. Isi

Para hadirin yang terhormat. . .

Pernikahan adalah sebuah janji suci yang diucapkan oleh seorang pria dan wanita untuk menghalalkan hubungan dan agar tidak terjadi kemksiatan. Pernikahan yang hanya diniatkan untuk mencari ridlo Allah semata adalah perbuatan yang sangat mulia. Pernikahan merupakan sunnah Rasul yang seharusnya dilakukan bagi setiap umat muslim yang sudah memenuhi syarat nikah.

Barang siapa yang dapat menjaga pernikahan dan rumah tangganya dan selalu berjalan dalam jalan Allah, maka orang-orang tersebut akan mendapat ganjaran di akhirat kelak. Suami dan istri harus saling menjaga kehormatan satu sama lain, harus saling menghormati, saling mengerti, tidak mengedepankan ego masing-masing, terbuka dan tentunya jujur. Di dalam sebuah rumah tangga seorang istri harus menutupi kekurangan atau kejelekan-kejelekan suaminya dan dilarang untuk mengumbar atau menceritakannya dengan orang lain, begitu pula sebaliknya.

Para hadirin yang terhormat. . .

Jika semua itu sudah dilakukan, maka niscaya rumah tangga tersebut akan diliputi dengan ketentraman dan kedamaian. Dan akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin. . .

3. penutup

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga rumah tangga dan kehidupan kita semua selalu berada dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.

Akhirul kalam, wassalammualaikum wr. Wb. . .

Daftar Pustaka

Bin Usman, Salim. 1978. Sejarah 25 Rosul. Jakarta:M.A. jaya

Mubasir, Ahmad. 1989. Memerangi Hawa Nafsu. Bandung:Persada Press

Abdul Kholiq, Abdurrahman. 2003. Kado Pernikahan Barokah. Yogyakarta:Al-Manar

 

This entry was posted in sos2/F1. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s