tugas logika saintifik :ilmu dakwah

Makalah
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Logika scientific”
Ilmu dakwah

DOSEN PENGAMPU :
Drs. Masduki Affandi M.Pd.I
Disusun Oleh:
Fatimatuz Zahro (B07210072)

PSIKOLOGI J1
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
FAKULTAS DAKWAH
PSIKOLOGI
20011

KATA PENGANTAR
Bismillahi Rahmanirrokhim……
Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Salawat serta salam semoga dilimpahakan kepada Rosulullah SAW. Penulis bersyukur kepada Illahi Rabi yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Ilmu Dakwah” dapat terselesaikan dengan baik. Kelompok kami berharap pembaca dapat menambah ilmu pengetahuan tentang ilmu dakwah dengan membaca makalah kami.
Saya menyadari bahwa makalah yang saya buat dan saya susun ini masih terdapat banyak kekurangan dan kekhilafan. Maka kepada pembaca, bapak dosen dan teman-teman sekalian, saya mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah saya ini. Dengan segenap ketulusan hati penulis, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Semoga makalah saya bermanfaat bagi pembaca.

Surabaya, 25 juni 2011

Penulis,
FATIMATUZ ZAHRO

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang masalah………………………………………..4
Rumusan masalah……………………………………………..4
Tujuan masalah……………………………………………….4
BAB III PEMBAHASAN
Pengertian ilmu dakwah…………………………………………5
Macam-macam ilmu dakwah……………………………………6
Pengertian epistemology…………………………………………7
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………….10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..11

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan dakwah tampak semakin semarak, terutama ketika memasuki bulan Ramadhan. Berbagai kegiatan dakwah ini dikemas secara kreatif, inovatif, dan dilaksanakan di lokasi yang variatif pula, tidak hanya di masjid seperti dulu.
Tayangan tentang dakwah di televisi dan media massa pun kian ramai, bahkan dikemas dengan konsep entertain yang mampu memikat pemirsa. Fenomena lain terlihat pada suksesnya berbagai bidang acara keagamaan di tv yang memiliki rating semakin menanjak, belum lagi artikel-artikel keagamaan yang menyebar luas.
Realita ini berimbas pada peningkatan penghargaan umat kepada da’i. kalau dulu para da’I hanya mendapat ucapan terimakasih, sekarang para da’I bias mendapatkan ratusan ribu sekali ceramah. Pada gilirannya, para da’I terdorong meningkatkan kualitasnya.

RUMUSAN MASALAH
1.apa pengertian ilmu dakwah?
2.apa saja macam-macamnya?
3.apa pengertian epistemology?

TUJUAN
Untuk mengetahui pengertian ilmu dakwah, epistemology, dan macam-macam ilmu dakwah

ILMU DAKWAH

Pengertian dakwah ada banyak. Menurut bahasa, dakwah berasal dari bahasa arab da’a-yad’u yang berarti panggilan, ajakan, atau seruan kepada kebaikan atau kebenaran. Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan aqidah dan syariat Islam. Kata ‘dakwah’ sering dikaitkan dengan ‘Islam’ dan ‘ilmu’ yang jika digabung menjadi ‘ilmu dakwah’, ‘ilmu islam’, atau ‘ad-dakwah al-islamiyah’.
Ilmu dakwah adalah ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik orang lain supaya menganut, menyetujui, mengikuti, atau melaksanakan suatu ideology, paham, agama, atau pendapat. Orang yang menyampaikan dakwah disebut da’i, dan yang menjadi objeknya disebut mad’u. setiap orang bisa menjadi da’i karena jalan untuk menjadi da’i banyak sekali, bisa melalui lisan, tulisan, atau perbuatan. Nabi Muhammad SAW sendiri pada zaman dahulu berdakwah melalui lisan, tulisan, dan perbuatan. Beliau mengirim surat ajakan masuk islam pada raja-raja, diantaranya kaisar heraklius dari Byzantium, mukaukis dari mesir, dan lain-lain.
Menurut Ali Mahfudz, dakwah adalah kegiatan menyeru dan mendorong berbuat kebajikan dan mencegah perbuatan munkar untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan menurut Sudirman, dakwah berarti usaha merealisasikan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari, baik secara individual maupun kolektif untuk memperoleh ridha Allah SWT.[1]
Tujuan utama berdakwah ada 2, yaitu mengajak orang lain pada kebaikan dan mencega kemungkaran. mengajak orang untuk berbuat baik bisa dilakukan dengan nasehat, sedangkan mencegah kemungkaran lebih susah karena belum tentu orang yang kita nasehati mau mendengarkan. dalam sebuah hadist disebutkan, jika ingin meruba seseorang hendaklah dengan kekuasaanya, jika tidak bisa dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka cukup diam dan tidak melakukan kemungkaran apapun sambil terus mendoakan orang tersebut.
Ilmu dakwah adalah aktivitas atau kegiatan untuk menggali dan mengembangkan ilmu melalui penelitian, ekspedisi, seminar, kongres dan lain-lainnya, sedangkan sebagai produk, ilmu dakwah menghasilkan teori, ajaran, paradigma, temuan-temuan dan lain sebagainya yang disebar luaskan melalui karya-karya publikasi dan kemudian diwariskan kepada masyarakat dunia.

MACAM- MACAM ILMU DAKWAH
Ada beberapa macam ilmu dakwah, diantaranya:
1.Dakwah Fardiah, yaitu metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya dakwah fardiah terjadi tanpa persiapan yang matang dan tersusun secara tertib. Termasuk kategori dakwah seperti ini adalah menasihati teman sekerja, teguran, anjuran, atau memberi contoh. Misalnya, pada saat mengunjungi orang sakit, pada waktu ada acara selamatan, dan lain-lain.
2.Dakwah Ammah, yaitu metode dakwah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Media yang dipakai biasanya berbentuk khotbah (pidato). Dakwah Ammah ini kalau ditinjau dari segi subyeknya, ada yang dilakukan oleh perorangan dan ada yang dilakukan oleh organisasi tertentu yang berkecimpung dalam soal-doal dakwah.
3.Dakwah bil-lisan, yaitu penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). dakwah jenis ini akan menjadi efektif bila disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, dan disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.
4.Dakwah bil al-Hal, yaitu dakwah yang menggunakan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad’u) mengikuti jejak dan perbuatan si Da’i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah. Pada saat pertama kali Rasulullah Saw tiba di kota Madinah, beliau mencontohkan Dakwah bil-Haal ini dengan mendirikan Masjid Quba, dan mempersatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.
5.Dakwah bit-Tadwin, yaitu dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah. Metode ini bagus diterapkan pada zaman modern sekarang ini, karena metode ini sangat efektif dan efisien. Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwin ini Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”.
6.Dakwah bil Hikmah, yaitu menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.
Menurut Sukriadi Sambas, kajian ontology keilmuan ilmu dakwah yaitu mencakup hakikat dakwah, hakikat ilmu dakwah itu dapat dirumuskan sebagai kumpulan pengetahuan yang berasal dari Allah dan kemudian dikumpulkan oleh umat Islam secara sistematis dan terorganisir yang membahas interaksi antar unsur dalam sistem melaksanakan kewajiban dengan maksud mempengaruhi, pemahaman yang tepat mengenai kenyataan dakwah sehingga akan dapat diperoleh susunan ilmu yang bermanfaat bagi tugas pedakwah dan khalifah umat Islam.
Pada hakikatnya gerakan dakwah islam terporos pada amar ma’ruf nahi munkar , ma’ruf mempunyai arti segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan munkar yaitu perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah. Pebuatan amar ma’ruf bisa dilakukan oleh siapapun, karena kalau hanya sekedar menyuruh kepada kebaikan itu mudah dan tidak ada resiko bagi si penyuruh. Lain halnya dengan nahi munkar, jelas mengandung konsekuensi logis dan beresiko bagi yang melakukannya, karena mencegah kemunkaran harus sesuai dengan tindakan konkrit, nyata dan dilakukan atas dasar kesadaran yang tinggi dalam rangka menegakkan kebenaran.

EPISTIMOLOGI
Secara umum, epistimologi adalah cabang filsafat yang membicarakan mengenai hakikat ilmu, ilmu sebagai proses adalah usaha pemikiran yang sistematis dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada suatu objek kajian ilmu. Pertanyaan mengenai apakah objek kajian ilmu itu dan seberapa jauh tingkat kebenaran yang bisa dipakai dalam kajian ilmu, kebenaran objektif, subjektif, absolut dan relatif, merupakan lingkup kajian epistimologi in general.
Secara keilmuan, epistimologi mempunyai kedudukan yang sesungguhnya jauh lebih mendasar yakni menurut landasan, batas-batas dan bahkan basis keshohihan pengetahuan dari akarnya sampai dengan melewati dimensi fisiknya sebagai cabang dalam filsafat epitimologi. Secara khusus membahas tentang teori ilmu pengetahuan. Istilah epistimologi berasal dari bahasa yunani, yakni ‘episteme’ dan ‘logos’. ‘episteme’ yang diartikan sebagai pengetahuan atau kebenaran, sedangkan logos diartikan sebagai pikiran, kata, teori. Dengan demikian secara etimolgi dapat diartikan pula sebagai teori pengetahuan yang lazim dalam bahasa Indonesia disebut filsafat pengetahuan atau juga teori pengetahan. Teori pengetahuan ini berasal dari bahasa inggris yakni theory of knowledge.

footnote [1] H.Imam Moedjiono. 2007. Metode dakwah praktis. yogyakarta: As-Salaam press, hal 6

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Ilmu dakwah adalah ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik orang lain supaya menganut, menyetujui, mengikuti, atau melaksanakan suatu ideology, paham, agama, atau pendapat.
Macam-macam ilmu dakwah:
1.Dakwah Fardiah, yaitu metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas
2.Dakwah Ammah, yaitu metode dakwah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka.
3.Dakwah bil-lisan, yaitu penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah).
4.Dakwah bil al-Hal, yaitu dakwah yang menggunakan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad’u) mengikuti jejak dan perbuatan si Da’i (juru dakwah).
5.Dakwah bit-Tadwin, yaitu dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah.
6.Dakwah bil Hikmah, yaitu menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, melakukan pendekatan sedemikian rupa

DAFTAR PUSTAKA

1.id.wikipedia.org/wiki/Dakwah
2.Moedjiono, Imam. 2007. metode dakwah praktis. Yogyakarta: As-Salaam press.
3.Ali Aziz, Muhammad. 2009. Ilmu dakwah. Jakarta: kencana
4.www.anneahira.com/pengertian-ilmu-dakwah.htm

This entry was posted in psi 2/j1. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s