pro dan kontra ditutupnya dolly

Makalah ilmu berdakwah

 

Dengan judul

PRO DAN KONTRA DITUTUPNYA DOLLY

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“Logika Sainstific”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Nur Aini                          B07210080

Dosen Pengampu :

Drs. Masduki.

PRODI PSIKOLOGI

FAKULTAS DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2011

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAAN

 

A.     ILMU BERDAKWAH

Menurut Ahmad Ghalwusy (dalam al- Banyanuni, 1993: 15): ilmu dakwah adalah:

ا العلم الذي به تعر ف كافة المحاولات الفنية المتعدة الرامية الئ تبليغ الناس الاسلام مما حوئ عقيدة وشريعة واخلاقا

“ilmu yang digunakan mengetahui semua ragam strategi efektik untuk meny ampaikan islam kepada umat manusia yang meliputi akidah, syariah, dan akhlak”.

Menurut Sukria Sambas (2004: 134) ilmu dakwah adalah ilmu yang membahas tentang tata cara dakwah islam dengan berbagai metode ilmiah, diantaranya deduktif, eksperimen, dan induktif agar kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan.

Menurut Muhammad Sulthon (2003: 122-123) ilmu dakwah adalah “Akumulasi pengetahuan yang dikembangkan umat islam dalam susunan sistematis dan terorganisir, membahas masalah yang timbul dari interaksi antara unsure dalam system penyelenggaraan kewajiban dakwah dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang tepat mengenai kenyataan dakwah, sehingga diharapkan dapat diperoleh susuna pengetahuan yang bermanfaat bagi penegakkan tugas dakwah dan khilafah umat islam”.[1]

Jadi dengan ilmu dakwah kita dapat menyiarkan agama islam ke masyarakat dengan pendekatan dengan berda’i. disni tema yang akan saya ambil tentang pro dan kontra ditutupny dolly.

 

 

 

 

B.     Sejarah Dolly

Gang Dolly ini sudah ada sejak zaman belanda dan dikelola oleh keturuna Belanda yang dikenal dengan nama Tante Dolly Van Der Mart. Keturunan dari Tante Dolly tersebut masih ada di Surabaya meskipun tidak mengelola bisnis prostituís tersebut. Kita tidak  sadar Kalau Belanda pernah menguasai Surabaya 350 tahun, banyak gedung-gedung dan bangunan kuno hasil peninggalan mereka, dan salah satunya adalah (Dolly Surabaya) ini. 350 tahun adalah waktu yang tidak pendek, jika orang kawin pada umur 25 thn dan punya anak, maka 350/25 = 14 generasi. Jadi selama Belanda tinggal di Indonesia, ini waktu yang cukup untuk melahirkan 14 generasi. Kita hidup paling tidak mengenal 4 generasi, bapak,  kakek dan buyut.[2]

Sampai sekarang pun lokalisasi Dolly masih tetap produktif. Lokasi tersebut terletak di tengah-tengah padat pemikiman penduduk, kawasan Putat, Surabaya. Setiap harinya para PSK tersebut melayani para tamu-tamunya (lelaki hidung belang). Tidak hanya itu saja karna adanya Dolly para penduduk disana dapat mencari rezeki.

 

C.     Dampak bagi masyarat yang tinggal di sekitar lokalisasi Dolly

Banyak sekali Permasalahan yang timbul di lingkungan lokalisasi salah satunya adalah adanya pengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Mereka juga dihadapkan pada stigma masyarakat tentang lokalisasi itu sendiri, yang memandang sebelah mata orang yang tinggal dilokalisasi Dolly.  Terutama bagi anak-anak yang memasuki umur 7-12 tahun. Karena pada umur-umur tersebut tingkat kemampuan anak dalam meniru sangatlah tinggi. Begitu juga dengan tingkat keterpengaruhan terhadap lingkungan di sekitarnya. Mereka akan terpengaruh dengan apa yang mereka lihat.

Seperti yang terjadi pada lingkungan lokalisasi pelacuran Dolly atau Gang Dolly yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Surabaya. Lokalisasi ini adalah lokalisasi yang terbesar di Asia Tenggara, lebih besar dari Phat Phong di Bangkok, Thailand dan Geylang di Singapura.

Tidak jarang banyak kejadian yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak pada umur sekolah dasar (SD). Mereka telah banyak terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya. Sperti  percakapan, tindakan, berkata kotor dan berbau seks.[3]

 

D.    Pro dan contra ditutupan Dolly

Pro contra wacanan penutupan lokalisasi Dolly yang berhembus dari DPRD Jaatim dan Surabaya mendapat jawaban dari walikota Surabaya Tri Rismaharani. Pemkot Belum memiliki rencana untuk menutup kawasa “lampu merah” tersebut.

Risma menegaskan yang lebih penting adalah mengatasi akar permasalahannya yaitu kemiskinan. Menurut Dia, menutp Dolly tidak akan mengatasi masalah prostitusi saja.Sebab, praktik haram tersebut dapat dilakukan dimana saja maupun di media. Misalnya, sex by phone, facebook, twitter, internet, bahkan lewat iklan.(Jurnalpos, 2010: 8)

Kehidupan social pada dasarnya merupakan arena konflik atau pertentangan di antara dan didalam kelompok- kelompok yang bertentangan. konflik antara DPRD Jatim dengan Pemkot Surabaya tentang penutupan Dolly masih Belum mengatasi masalah prostituís. Pentupan dolly akan menimbulkan implikasi selanjutnya. Para pekerja sek komersial yang tidak tertampung itu bisa meluber kejalanan sehingga dampak sosialnya semakin luas.

Konflik dan pertentangan didalam dan diantara masyarakat melahirkan kekeuatan-kekuatan yang mengerakan perubahan social. konflik dan pertentangan merupakan ciri dasar kehidupan social maka perubahan social merupakan hal yang umum dan sering terjadi.

Kata Risma yang menjadi prioritas pemkot adalah mencegah pertambahan PSK. Dalam beberapa tahun ini, pemkot melaramg penambahan PSK baru dilokalisasi. Hasilnya, jumlah PSK baru di enam lokalisasi menunjukan penurunan yang siknifikan.

 

E.     Mengapa Pemkot ingin menutup Dolly?

Lokalisasi Dolly akan ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya meskipun mengalami tarik ulur antara pihak yang mendukung dan yang menolak. Dolly yang konon merupakan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara menjadi ladang subur bisnis prostitusi dan ekonomi masyarakat di sekitarnya, tetapi juga lahan hijau bagi penularan virus HIV/ AIDS yang semakin meningkat jumlah penderitanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk segera menutup Lokalisasi Dolly, setelah data penderita HIV/ AIDS di Jawa Timur dan Surabaya terus meningkat, terutama dari kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Dolly dan sekitarnya. Demikian seperti dilaporkan laman VOA Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan di bidang lapangan pekerjaan serta tempat pembinaan agar PSK yang ada di Lokalisasi Dolly dapat meninggalkan pekerjaan lamanya.

Sebagai Gubenur, beliau merasa punya tanggungjawab kepada masyarakat terutama kepada Allah SWT. Kalau permasalahannya ekonomi, beliu juga akan mencari solusinya. Kalau perlu kemudian ada diklat, kalau bantuan pelatihan apa, biasanya seperti itu pingin dapatnya cepat, misalkan meracang, kemudian salon atau apa, kalau dia suruh transmigrasi kan tidak mau, trus jadi petani kan tidak mau, karena itu hasilnya lama, cari yang cepat.

Prinsip dasarnya masa terus menerus dibiarkan seperti itu,” ungkap Gubernur Soekarwo.Selama ini Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarkan peraturan, yang melarang adanya PSK yang baru di Lokalisasi Dolly serta lokalisasi yang lainnya di Surabaya, untuk menekan jumlah PSK setiap tahunnya.Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Eko Haryanto mengatakan, upaya pembinaan terus dilakukan, terhadap PSK dan

Pemkot ingin menutup doli karena pro kontra dari berbagai elemen masyarakat hingga ke DPRD Jatim. tetapi Pentupan dolly akan menimbulkan implikasi selanjutnya. Para pekerja sek komersial yang tidak tertampung itu bisa meluber kejalanan sehingga dampak sosialnya semakin luas. prioritas pemkot adalah mencegah pertambahan PSK. Dalam beberapa tahun ini, pemkot melaramg penambahan PSK baru dilokalisasi.[4]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

 

A.     Kesimpulan

ilmu dakwah adalah ilmu yang membahas tentang tata cara dakwah islam dengan berbagai metode ilmiah, diantaranya deduktif, eksperimen, dan induktif agar kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan. Di sini akan membahas tentang dolly.

Gang Dolly ini sudah ada sejak zaman belanda dan dikelola oleh keturuna Belanda yang dikenal dengan nama Tante Dolly van der mart. Keturunan dari Tante Dolly tersebut masih ada di Surabaya meskipun tidak mengelola bisnis prostituís tersebut.

Pro kontra wacanan penutupan lokalisasi Dolly yang berhembus dari DPRD Jaatim dan Surabaya mendapat jawaban dari walikota Surabaya Tri Rismaharani. Pemkot Belum memiliki rencana untuk menutup kawasa “lampu merah” tersebut.

Prioritas pemkot adalah mencegah pertambahan PSK. Dalam beberapa tahun ini, pemkot melaramg penambahan PSK baru dilokalisasi. Hasilnya, jumlah PSK baru di enam lokalisasi menunjukan penurunan yang siknifikan. kebanyakan para PSK terdorong faktor ekonomi

 

B.     Saran

Manusia tidak luput dari kesalahan untuk itu saya mohon maaf bila ada kesalahan pada makalah saya ini. Tetap semangat dan yakin bahwa semua orang bisa menjadi apa yang di inginkannya

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Nazsir, Nasrullah, teori-teori sosiologi, Bandung: Widya Padjadjaran.2009

http://kelanakota.suarasurabaya.net/…3f360201084026

http://www.jurnalpos.com/pro-kontra-rencana-ditutupnya-dolly

http://kelanakota.suarasurabaya.net/…9c32e201083988

This entry was posted in psi 2/j1. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s