PESAN DAKWAH

Pesan Dakwah. .  BNPT: 500 Orang Terlibat Terorisme di Indonesia Marieska Harya Virdhani – Okezone Rabu, 22 Juni 2011 05:13 wib  DEPOK – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan selama ini pihak keamanan telah menahan sebanyak 500 orang yang telah terlibat dalam aksi terorisme. Meski banyak yang telah bebas dari hukum, mereka kerap kali terlibat kembali dalam aksi terorisme di berbagai daerah di Indonesia.   Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (pol) Ansyaad Mbai mengatakan penanggulangan teroris tidak bisa dilakukan dengan upaya represif. Apalagi mereka berpedoman pada jihad versi mereka.  “Coba lihat, bagaimana aksi dari gerakan radikalisme yang lebih suka mati daripada di tangkap. Apalagi, banyak anggota polisi yang menjadi sasaran targetnya,” katanya di Pesantren Al-Hikam milik Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Beji, Depok, Selasa (21/06/11).  Menurutnya, Indonesia dalam menangani terorisme cukup mendapatkan apresiasi dari dunia luar. Bahkan, imbuhnya, beberapa negara seperti Saudi Arabia juga turut belajar dalam menangani gerakan terorisme.  “Indonesia pernah menerapkan penanganan terorisme dengan menggunakan kekuatan represif dan hasilnya tidak baik. Kita sudah belajar dari pengalaman masa lalu dalam penanganannya menggunakan kekuatan militer. Tapi, justru melanggar HAM dan ini yang kita hindar,” tandasnya.  Sementara itu, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menilai ulama memiliki peran sentral dalam penanganan gerakan radikalisme. Ia menuturkan polisi menangkap para teroris harus berdasarkan bukti dan hukum.  “Ulama yang bertugas meluruskan penyelewengan dalam ideologi. Dengan mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin,” tandas Hasyim.              ANALISIS PESAN DAKWAH. . . jihad dalam pengertian Islam merupakan fardhu kifayah dan implementasinya tidak identik dengan tindakan kekerasan. Jihad  itu  adalah  membangun  masyarakat yang beriman, menjaga agama, berakhlak, mendidik dengan kebenaran, menciptakan rasa aman dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. dalam kitab  Alqur’an, makna jihad itu  ada empat hal, antara lain, pertama berusaha bagaimana seluruh umat beriman kepada Allah dan kedua, bagaimana seluruh umat beragama menjalankan perintah agamanya. Sedangkan, ketiga, mengangkat senjata melawan kezaliman di dalam menegakkan kebenaran, dan keempat, memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat agar tercipta rasa tentram, aman dan nyaman.  Jihad tidak berarti hanya membela Islam atau Masjid semata, tetapi cakupan lebih luas bisa membela hak, kebenaran, tanah air, negara, itu semua jihad. pemaknaan  jihad oleh ulama di Indonesia sudah terbukti ketika mereka memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jadi Jihad fisabilillah ini bukan hanya membela agama atau Islam, tetapi juga  membelah  tanah  air  atau negara.      Islam sangat menghargai hak azasi manusia, oleh karena itu, barang siapa mengganggu nyawa manusia sama dengan mencoreng Islam.”Barang siapa yang mengganggu martabat orang lain atau mencoreng agama orang lain sama dengan mengotori agama Islam itu sendiri.  Dalam  ajaran Islam, telah mengajarkan umat manusia untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Jadi kalau ada orang melakukan kekerasan atas nama Islam, itu namannya bukan memperjuangkan Islam, tetapi justru  akan  mencoreng nama Islam sendiri.  ***  OLEH : Citra Dwi Masdiyah 2/F1 SosiologiPesan Dakwah. .  BNPT: 500 Orang Terlibat Terorisme di Indonesia Marieska Harya Virdhani – Okezone Rabu, 22 Juni 2011 05:13 wib  DEPOK – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan selama ini pihak keamanan telah menahan sebanyak 500 orang yang telah terlibat dalam aksi terorisme. Meski banyak yang telah bebas dari hukum, mereka kerap kali terlibat kembali dalam aksi terorisme di berbagai daerah di Indonesia.   Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (pol) Ansyaad Mbai mengatakan penanggulangan teroris tidak bisa dilakukan dengan upaya represif. Apalagi mereka berpedoman pada jihad versi mereka.  “Coba lihat, bagaimana aksi dari gerakan radikalisme yang lebih suka mati daripada di tangkap. Apalagi, banyak anggota polisi yang menjadi sasaran targetnya,” katanya di Pesantren Al-Hikam milik Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Beji, Depok, Selasa (21/06/11).  Menurutnya, Indonesia dalam menangani terorisme cukup mendapatkan apresiasi dari dunia luar. Bahkan, imbuhnya, beberapa negara seperti Saudi Arabia juga turut belajar dalam menangani gerakan terorisme.  “Indonesia pernah menerapkan penanganan terorisme dengan menggunakan kekuatan represif dan hasilnya tidak baik. Kita sudah belajar dari pengalaman masa lalu dalam penanganannya menggunakan kekuatan militer. Tapi, justru melanggar HAM dan ini yang kita hindar,” tandasnya.  Sementara itu, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menilai ulama memiliki peran sentral dalam penanganan gerakan radikalisme. Ia menuturkan polisi menangkap para teroris harus berdasarkan bukti dan hukum.  “Ulama yang bertugas meluruskan penyelewengan dalam ideologi. Dengan mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin,” tandas Hasyim.              ANALISIS PESAN DAKWAH. . . jihad dalam pengertian Islam merupakan fardhu kifayah dan implementasinya tidak identik dengan tindakan kekerasan. Jihad  itu  adalah  membangun  masyarakat yang beriman, menjaga agama, berakhlak, mendidik dengan kebenaran, menciptakan rasa aman dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. dalam kitab  Alqur’an, makna jihad itu  ada empat hal, antara lain, pertama berusaha bagaimana seluruh umat beriman kepada Allah dan kedua, bagaimana seluruh umat beragama menjalankan perintah agamanya. Sedangkan, ketiga, mengangkat senjata melawan kezaliman di dalam menegakkan kebenaran, dan keempat, memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat agar tercipta rasa tentram, aman dan nyaman.  Jihad tidak berarti hanya membela Islam atau Masjid semata, tetapi cakupan lebih luas bisa membela hak, kebenaran, tanah air, negara, itu semua jihad. pemaknaan  jihad oleh ulama di Indonesia sudah terbukti ketika mereka memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jadi Jihad fisabilillah ini bukan hanya membela agama atau Islam, tetapi juga  membelah  tanah  air  atau negara.      Islam sangat menghargai hak azasi manusia, oleh karena itu, barang siapa mengganggu nyawa manusia sama dengan mencoreng Islam.”Barang siapa yang mengganggu martabat orang lain atau mencoreng agama orang lain sama dengan mengotori agama Islam itu sendiri.  Dalam  ajaran Islam, telah mengajarkan umat manusia untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Jadi kalau ada orang melakukan kekerasan atas nama Islam, itu namannya bukan memperjuangkan Islam, tetapi justru  akan  mencoreng nama Islam sendiri.  ***  OLEH : Citra Dwi Masdiyah 2/F1 Sosiologi

This entry was posted in sos2/F1. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s