Ilmu dakwah dengan pendekatan psikologi

ILMU DAKWAH DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI

MAKALAH

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Logika Scientifik

 

 

 

Oleh:

Diah Agustina

(B07210046)

Dosen Pembimbing:

Drs.Masduqi Affandi M.Pd.I

                                   

 

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

FAKULTAS DAKWAH

JURUSAN PSIKOLOGI

SURABAYA

2011
KATA PENGANTAR

 

Pertama-tama saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya. Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang yang segala ada di jagad raya ini tunduk kepadanya, tiada raja yang lebih mulia selain raja yang bertahta diatas singgasana surga Allah SWT.

Dengan memuji kebesarannya yang maha agung dan mengakui keesaan-Nya, tiada selain Allah SWT dan Muhammad adalah rosulnya, sholawat dan salam teriring untuk Nabi akhir zaman Muhammad SAW.

Kedua kalinya saya ucapkan berterima kasih kepada Bapak Drs.Masduqi Affandi M.Pd.i selaku pembimbing dalam membuat makalah ini.

Ketiga kalinya saya ucapkan banyak-banyak berterima kasih kepada bapak dan ibu saya yang selalu memberi semangat dan tanpa lelah dan mengeluh membiayai saya.

 Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman saya yang tidak pernah bosan memberi kritik dan saran.

Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi saya dan umumnya bagi para pembaca Amin.

 

 

                                                                                   

           

Surabaya, 16 Juni 2011

                                                                                                                        Penulis            

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar………………………………………………………………………………i

Daftar isi………………………………………………………………………………………………………………..ii

 

BAB I  PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang……………………………………………………………………………………4
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………………………………….4
  3. Tujuan……………………………………………………………………………………………….4

 

BAB II  PEMBAHASAN

  1. Pengertian dakwah……………………………………………………………………………..5
  2. Perbedaan ilmu dakwah dan ilmu berdakwah…………………………………………5
  3. Objek formal dan material ilmu dakawah………………………………………………6
  4. Ilmu dakwah dengan pendekatan psikologi……………………………………………6

 

 

BAB III  PENUTUP

  1. Kesimpulan

 

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Sebagai dai tentu saja kita ingin mencapai kesuksesan dalam mencapai tugas dakwah. Salah satu bentuk keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Dari tidak cinta Islam menjadi cinta, dari tidak mau beramal saleh menjadi giat melakukannya, dari cinta kemaksiatan menjadi benci dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran ajaran Islam, begitulah seterusnya. Saat ini banyak sekali fenomena-fenomena negatif yang terjadi di sekitar kita, dalam artian, banyak sekali umat manusia yang jauh dari apa yang Allah perintahkan kepada manusia itu sendiri. tugas lain dari manusia adalah beribadah kepada Allah. bukan hanya manusia saja, tapi jin juga malaikat. Tapi masih banyak sekali manusia yang belum menjalankan tugasnya, maka di sinilah juga tugas kita manusia (baca: da’i) untuk meluruskan hal-hal yang seperti itu dan mengajak mereka yangbelum menjalankan perintah Allah untuk melaksanakannya. Sebagian besar mereka mungkin memang mengaku sebagai seorang muslim, tapi apakah mereka sudah benar-benar melakukan tugasnya sebagai seorang muslim?

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apa pengertian dari dakwah?
    2. Apa perbedaan antara ilmu dakwah dan ilmu berdakwah?
    3. Apa objek formal dan material ilmu dakwah?
    4. Bagaimana ilmu dakwah dengan  pendekatan psikologi?
    5. C.    Tujuan

Untuk mengetahui apa itu pengertian dakwah, dan apa perbedaan antara ilmu dakwah dengan ilmu berdakwah. Dan juga untuk mengetahui apa objek formal juga material ilmu dakwah, dan bagaimana pula ilmu dakwah dengan pendekatan psikologi.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Dakwah

Secara etimologis dakwah berasal dari kata bahasa arab “Da’wah”. Kata kerjanya da’aa yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak. Ism fa’ilnya (red. pelaku) adalah da’I yang berarti pendakwah. Di dalam kamus al-Munjid fi al-Lughoh wa al-a’lam disebutkan makna da’I sebagai orang yang memangggil (mengajak) manusia kepada agamanya atau mazhabnya .[1] Merujuk pada Ahmad Warson Munawir dalam Ilmu Dakwah karangan Moh. Ali Aziz (2009:6), kata da’a mempunyai beberapa makna antara lain memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan, mendatangkan, mendoakan, menangisi dan meratapi.[2]

Sedangkan secara terminologis dakwah berarti  kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim, dengan cara bijaksana, kepada Islam sebagai jalan yang benar, melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat.

  1. B.     Perbedaan Ilmu Dakwah dan Ilmu Berdakwah

 Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata“Ilmu” dan kata“Islam”, sehingga menjadi “Ilmu dakwah” dan Ilmu Islam” atauad-dakwah al-Islamiyah. Ilmu dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut “Da’i” sedangkan yang menjadi obyek dakwah disebut “Mad’u”. Setiap Muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam adalah “Da’i”.

Menurut diktat dari Pak Masduqi, ilmu dakwah berbeda dengan ilmu berdakwah. Ilmu dakwah teori yang diangkat dari fakta (kenyataan) dakwah dan melalui proses penelitian empiris. Sedangkan ilmu berdakwah yakni suatu keahlian da’i untuk menyampaikan suatu pesan kepada mad’u. Sedangkan dari diktat DRS.H.Hasan Bisri WD,MA di dalam diktatnya yang berjudul “Ilmu Dakwah” menurut Prof.Toha Yahya Oemar,MA ilmu dakwah yakni suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan-tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideologi, pendapat, pekerjaan yang tertentu.[3] Dari beberapa artian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu dakwah adalah suatu ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk menarik atau menganut suatu pekerjaan tertentu yang disampaikan oleh sebagian dari salah satu orang tersebut.

  1. C.    Objek Formal dan Material Ilmu Dakwah

Di dalam ilmu dakwah, untuk membuktikan bahwa suatu eksistensi ilmu dakwah ditinjau dari ontologi dakwah paling tidak dapat berdiri sendiri yakni secara universal. Sehubungan dengan objek ilmu dakwah pada dasarnya memiliki objek kajian, yaitu objek formal dan material.

Objek formal ilmu dakwah ialah suatu objek yang dapat membedakannya dari objek kajian dari displin ilmu lainnya. Objek formal ilmu dakwah adalah pengolahan, penyampaian, dan penginternalisasian pesan-pesan keagamaan pada seluruh perilaku manusia dalam interaksi religius masyarakat dimana manusia hidup.[4] Dan objek  materialnya yakni dengan mengajak manusia agar masuk ke jalan Allah SWT (sistem islam) dalam semua kehidupan. Bentuk-bentuk mengajak diliat terdiri, al: mengajak dengan lisan (Dakwah bil lisan), dakwah dengan perbuatan, keteladanan, dakwah pembangunan dan aksi sosial (Dakwah bil hal), dan mengorganisir serta mengelola kegiatan dakwah secara efisien, dan efektif, serta sistematis.

  1. Ilmu Dakwah Dengan Pendekatan Psikologi

Secara harfiah, psikologi artinya ‘ilmu jiwa’ berasal dari kata yunani psyce ‘jiwa’ dan logos ‘ilmu’. Akan tetapi yang dimaksud bukanlah ilmu tentang jiwa. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai gambaran dari keadaan jiwanya. Adapun dakwah merupakan usaha mengajak manusia agar beriman kepada Allah Swt dan tunduk kepada-Nya dalam kehidupan di dunia ini, dimanapun ia berada dan bagaimana pun situasi serta kondisinya. Sasaran Dakwah: Sehubungan dengan kenyataan yang berkembang dalam masyarakat, bila dari aspek kehidupan psikolgis, maka dalam pelaksanaan program kegiatan dakwah berbagai permasalahan yang menyangkut sasaran bimbingan atau dakwah perlu mendapatkan konsiderasi yang tepat yaitu meliputi hal-hal sebagai berikut:[5]

1. Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat ilihat dari segi sosiologis berupa masyarakat terasing, pedesaan, kota besar dan kecil, serta masyarakat di daerah marginal dari kota besar.

2. Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat dilihat dari segi struktur kelembagaan berupa masyarakat, pemerintah dan keluarga.

3. Sasaran yang berupa kelompok-kelompok masyarakat dilihat dari segi sosial cultural berupa golongan priyayi, abangan dan santri. Klasifikasi ini terutama terdapat dalam masyarakat di Jawa.

4. Sasaran yang berhubungan dengan golongan masyarakat dilihat dari segi tingkat usia berupa golongan anak-anak, remaja dan orang tua.

5. Sasaran yang berhubungan dengan golongan masyarakat dilihat dari okupasinal (profesi, atau pekerjaan) berupa golongan petani, pedagang, seniman, buruh, pegawai negeri (administrator).

6. Sasaran yang menyangkut golongan masyarakat dilihat dari segi tingkat hidup sosial ekonomis berupa golongan orang kaya, menengah dan miskin.

7. Sasaran yang menyangkut kelompok masyarakat dilihat dari segi jenis kelamin berupa golongan wanita, pria dan sebagainya.

8. Sasaran berhubungan dengan golongan dilihat dari segikhusus berupa golongan masyarakat tunasusila, tunawisma, tuna karya, naarapidana dan sebagainya.

Menurut teori komunikasi, (fisher, 1978, hal 136-142), proses dakwah dapat dilihat sebagai kegiatan psikologis yang mencakup hal-hal sebagai berikut: [6]

Pertama, diterimanya stimuli (ranngsang) oleh organ-organ penginderaan, berupa orang, pesan, warna atau aroma.

Kedua, rangsang yang diterima mad’u berupa-rupa, warna, suara, aroma dan pesan dakwah yang disampaikan da’i da’i itu kemudian diolah di dalam benak mad’u (hadirin), dihubung-hubungkan dengan pengalaman masa lalu masing-masing dan disimpulkan juga oleh masing-masing. Meskipun pesan dakwah oleh da’i itu dimaksudkan A, tapi kesimpulan mad’u boleh jadi B, C, atau D.

Ketiga, untuk merespon terhadap ceramah atau seruan ajarkan da’i (misalnya tepuk tangan, berteriak, mengantuk atau karena bosan kemudian meninggalkan ruangan), pikiran hadirin bekerja, mengingat-ingat apa yang pernah terjadi di masa lalu. Dari memori itu para hadirin kemudian meramalkan bahwa jika hadirin melakukan tindakan X, maka da’i akan melakukan tindakan Y. jika X maka Y.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Dakwah berarti  kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim, dengan cara bijaksana, kepada Islam sebagai jalan yang benar, melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. Ilmu dakwah teori yang diangkat dari fakta (kenyataan) dakwah dan melalui proses penelitian empiris. Sedangkan ilmu berdakwah yakni suatu keahlian da’i untuk menyampaikan suatu pesan kepada mad’u. Objek formal ilmu dakwah adalah pengolahan, penyampaian, dan penginternalisasian pesan-pesan keagamaan pada seluruh perilaku manusia dalam interaksi religius masyarakat dimana manusia hidup.  Dan objek  materialnya yakni dengan mengajak manusia agar masuk ke jalan Allah SWT (sistem islam) dalam semua kehidupan. Sasaran Dakwah: Sehubungan dengan kenyataan yang berkembang dalam masyarakat, bila dari aspek kehidupan psikolgis, maka dalam pelaksanaan program kegiatan dakwah berbagai permasalahan yang menyangkut sasaran bimbingan atau dakwah perlu mendapatkan konsiderasi yang tepat

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

http//pengertian dakwah//com

 

M.Ali Aziz, Ilmu Dakwah…,

 

Drs.H.Hasan Bisri, Diktat

 

Ahmad Subandi, Ilmu….,hal 51-52

 

http://makalahpsikologi.blogspot.com/2010/01/psikologi-dakwah.html

 

 

 


[1] http//pengertian dakwah//com

[2] M.Ali Aziz, Ilmu Dakwah…,

[3] Drs.H.Hasan Bisri, Diktat

[4] Ahmad Subandi, Ilmu….,hal 51-52

[5] http://makalahpsikologi.blogspot.com/2010/01/psikologi-dakwah.html

[6] http://makalahpsikologi.blogspot.com/2010/01/psikologi-dakwah.html

This entry was posted in psi 2/j1. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s