ILMU DAKWAH/ MARO’ATUS SHOLIKHA KPI 2 B (B31210045)

oleh : MARO’ATUS SHOLIKHA KPI 2 B (B31210045)

ILMU DAKWAH

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis persembahkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menjadi rahamat sekalian alam. Seiring dengan itu, tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini menjelaskan secara ringkas mengenai Ilmu Dakwah. Penulis menyadari akan kekurangan dari makalah ini. Karena “Tak ada gading yang tak retak”. Oleh karena itu, saran dan masukan dari berbagai pihak sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat berguna bagi pembaca.

                                                                                 Surabaya, 20 Juni 2011

                                                                                              Penulis

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar. . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .    i

Daftar Isi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .    ii

BAB I   :     PENDAHULUAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . .    1

  1. Latar Belakang.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . .    1
  2. Rumusan Masalah. . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .     1

BAB II  :    PEMBAHASAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .    2

  1. Mitra Dakwah (Mad’u). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . .    2
  2. Penyebab Masyarakat Malas Mengikuti Dakwah. .  . . . . . . . . . . . .      2
  3. Kelompok-kelompok yang Pernah Menerima Dakwah. . . . . . . . . . . . . . .            3

BAB III :   KESIMPULAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . .  . . .    5

DAFTAR PUSAKA. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .    6

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Umat Islam di dunia ini banyak yang berpendapat  berbeda-beda, berpikir yang berbeda. Jika mereka sudah di sangkut pautkan dengan pengajian, sebagian besar masih banyak yang tidak datang karena malas. Itu disebabkan karena mereka tidak mempunyai rasa kagum dengan pengajian atau ceramah agama, apalagi kalau kyai atau pendakwahnya tidak humoris maka akan banyak masyarakat yang malas mendengarkan, sebab masyarakat saat ini banyak yang meminati  pendakwah yang bisa memberikan hiburan.

 

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Bagaimana kondisi masyarakat saat ini dalam menerima ceramah ?
    2. Apa penyebab masyarakat malas mengikuti pengajian atau ceramah ?
    3. Apa saja kelompok-kelompok penerima dakwah ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.     Mitra Dakwah (Mad’u)

Dalam penelitian mad’u ini ternyata banyak masyarakat yang tidak mengikuti ceramah agama. Kebanyakan mereka hanya orang tua yang sudah “Sepuh” bisa dikatakan seperti itu. Daripada yang masih mudah, mereka kebanyakan lebih memilih menonton pasar malam daripada ceramah agama.

Kita bisa mengambil contoh dari acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Kebanyakan yang mengikuti acara tersebut hanya orang tua seperti bapak-bapak atau ibu-ibu. Sedangkan yang mudah jarang sekali berada di acara itu. Mungkin bisa di hitung jumlah masyarakast yang datang dan itupun masih ada yang tidak mendengarkan ceramah agama tersebut. Apalagi dari kalangan ibu-ibu mereka lebih cenderung ngerumpi daripada mendengarkan ceramah agama. Disamping itu juga banyak yang mengantuk, sedangkan bapak-bapak cenderung merokok mereka tidak sepenuhnya mendengarkan ceramah agama tersebut mereka lebih asyik sibuk sendiri-sendiri.

 

  1. B.     Penyebab Masyarakat Malas Mengikuti Dakwah

Setelah saya meneliti Mad’u ini saya menanyakan kepada ibu-ibu yang berada di acara tersebut. Seperti yang sudah saya fikirkan terlebih dahulu bahwa masyarakat lebih menyukai penceramah yang humoris, yang memberi lelucon kecil yang tidak bisa membuat ngantuk dan selalu tertawa dan juga penceramah itu harus terkenal dan tersohor di daerah.

Pnceramah menurut mereka adalah seseorang yang disegani, tapi mengapa? Mereka tidak bisa mendengarkan, menerima pesa-pesan yang di sampaikan oleh penceramah.

Dari berbagai golongan umat saat ini, kita menelusuri karakter mereka sebagai penerima dakwah bisa disebut juga mitra dakwah bukan objek dakwah ataupun sasaran dakwah. Dengan maksud agar pendakwah menjadi kawan berpikir dan bertindk bersama dengan mitra dakwah. Hubungan ideal pendakwah dan penerima dakwah dan hubungan subjek atau objek, mereka pula sebagai sasaran yang lebih memberi kesan pasif dan hanya pendakwah yang aktif.

Pendakwah bukanlah orang yang paling tahu dan paling  suci di antara manusia, oleh sebab itu dengan kemitraan, kesejajaran antara pendakwah dan mitra dakwah akan mendorong mereka untuk saling barbagi (Sharing) pengetahuan, pengalaman, dan pemikiran tentang pesan dakwah.

Dan disini saya akan membahas orang-orang yang belum pernah menerima dakwah sama sekali, yaitu golongan mu’tazilah, orang tersebut berdosa jika melakukan  perbuatan buruk dan mendapatkan pahala jika melakukan perbuatan baik. Dengan akal dia bisa mengetahui kedua perbuatan tersebut, meski ia belum pernah menerima dakwah Islam, tetapi tidak demikian bagi Ahran Asy’amyah. Ia dianggap belum memiliki tanggung jawab (Mukalaf).

 

  1. C.     Kelompok-kelopmok yang Pernah Menerima Dakwah
    1. Menerima dengan sepenuh hati (Mu’min).
    2. Menolak dakwah (Kafir).
    3. Pura-[ura menerima dakwah.

 

Karakter masyarakat itu ada 4, yaitu :

  1. Orang yang mengerti, dan ia mengerti bahwa dirinya mengerti. Demikian ini adalah orang yang pandai karenanya ikutilah dia.
  2. Orang yang mengerti namun ia tidak mengerti, jika ia mengerti. Ia bagaikan orang yang tidur maka bangunkanlah dia.
  3. Orang yang tidak mengerti dan diapun mengerti. Kalau memang dia tidak mengerti, dia adalah orang yang yang minta pengarahan.
  4. Orang yang tidak mengerti dan diapun tidak mengerti. Ia adalah orang yang bodoh, maka tinggalkanlah dia.

 

Gambaran diatas menunjukan ragam kemampuan intelektualitas mitra dakwah anatara mereka yang pandai dan yaqng bodoh harus terjalin kerjasama, tidak seorangpun mengerti segalanya. Karena tiap orang pasti memiliki pemahaman yang mendalam dalam bidang tertentu dan kurang dalam bidang lain. Keuntungan bagi pendakwah yang memilah mitra dakwah sesuai konsep adalah mengetahui sikap seseorang terhadap suatu masalah. Hal ini tidak lagi menggambarkan pola pemikiran, tetapi juga pola sikap. Bukan lagi pemilihan bodoh dan pandai melainkan pula sikap orang bodoh dan sikap orang pandai.

Maka dari itu seorang pendakwah harus himoris dan bisa berdialog dengan audiens biar para mitra dakwah tidak bosan dengan apa yang di sampaikan oleh pendakwah. Bahasa yang di gunakan harus bisa di pahami oleh mitra dakwah (mad’u). Jangan memakai   bahasa yang susah untuk di mengerti.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

KESIMPULAN

Masyarakat cenderung memilih berdiam di rumah daripada mengikuti pengajian, sebab masyarakat lebih suka dan senang dengan pendakwah yang  humoris, bisa memecahkan masalah atau menciptakan suasana baru bagi masyarakat yang akan datang ke acara tersebut. Jadi, factor utamanya adalah pendawah yang humoris dan terkenal.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Prof. Dr. Moh .Ali Aziz, M.Ag, Ilmu Dakwah,Jakarta: Kencana, 2009.

 

This entry was posted in Kpi 2/B. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s