ILMU BERDAKWAH

ILMU BERDAKWAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“ILMU DAKWAH”

Disusun Oleh:

Lailatul Azizah          B01210063

Dosen Pembimbing:

Drs. Masduqi Affandi, M.Pd.I

Kelas : 2 B

FAKULTAS DAKWAH

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2011

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala, nikmat, rahmat, taufiq, serta hidayahNya kepada kita sehingga kami penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Ilmu Berdakwah” guna diajukan untuk memenuhi  tugas mata kuliah “ILMU DAKWAH”.

Sholawat salam tetaplah tercurahkan untuk sang Revolusioner Akbar kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman biadab menuju zaman yang beradab yakni Addinul Islam.

Rasa hormat dan terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Drs. Masduqi Affandi, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing, yang dengan tulusnya membimbing kita agar menjadi mahasiswa yang aktif dan mandiri.

Semoga makalah yang berupa kumpulan teks pidato  ini dapat  bermanfaat bagi kita semua. Amiiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Teriring do’a, Jaza Kumullahu Khoiron Akhsanal Jaza.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………..………

DAFTAR ISI …………………………..……………………………….……………

BAB I  : PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang …………………………………………….………….……
  2. Rumusan Masalah ……………………………………….………………..
  3. Tujuan Masalah …………………………………….……………………..

BAB II : PEMBAHASAN

  1. Pidato Khutbah Jum’at …………………………………………….……….
  2. Pidato Walimah ……………………………………………………………
  3. Pidato Peringatan Hari Besar Islam ………………………………………
  4. Pidato Pengajian Rutin ……………………………………………………

BAB III : PENUTUP

  1. Kesimpulan ………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………….

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyeru kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. (Syaikh Muhammad al-Khadir Husain)

Agar berdakwah (pesan dakwah) dapat dilakukan dengan baik dan tepat sasaran sesuai dengan yang diharapkan, maka hendaknya seorang da’I harus menguasai hal-hal yang berhubungan dengan pidato selengkap atau sebaik mungkin.

Ibarat seseorang yang hendak bertani, tentu ia harus menguasai ilmu pertanian dan seluk beluk yang berhbungan dengan masalah pertanian, semisal: masalah tehnik pengolahan tanah, bibit tanaman, pupuk,hama yang biasa menyerang tanaman dan hal-hal lainnya, maka begitu pula halnya dengan seorang da’i. Tanpa bekal ilmu yang cukup, maka pidato tersebut tidak akan menarik minat banyak orang sehingga dapat dikatakan, pidato tersebut gagal untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Oleh karena itu, saya akan mengulas beberapa materi sebagai bahan pidato dalam beberapa acara.

B.     Rumusan Masalah

    1. Pidato Khutbah Jum’at
    2. Pidato Walimah
    3. Pidato Peringatan Hari Besar Islam
    4. Pidato Pengajian Rutin
      C.    Tujuan Masalah

Supaya mahasiswa mengetahui dan dapat menambah wawasan dan pengetahuannya tentang berbagai hal dan masalah yang ada disekitar kita lewat beberapa uraian dari beberapa pidato dalam berbagai macam event. Selain itu, makalah ini guna untuk memenuhi tugas  mata kuliah.

BAB II

PEMBAHASAN

 A.      Pidato Khutbah Jum’at

HAKEKAT TAKABBUR DAN SOMBONG

Sidang Jum’ah yang berbahagia

Bertaqwalah kalian kepada Allah Ta’ala: taqwa dalam arti melaksanakan segala perintah Allah dan mencegah segala larangan-Nya. Juga taqwa yang dapat menumbuhkan sifat sabar, sabar dalam arti menerima segala yang ditimpakan padanya dengan ikhlas, ridha dan tabah dengan niat mengharap keridhaan Allah semata-mata.

Sombong, angkuh, besar kepala adalah kata-kata yang mempunyai satu makna. Yaitu menganggap dirinya lebih tinggi, lebih mulia dari pada lainnya. Sifat sombong sangat tercela di dalam agama. Begitu pula oleh masyarakat sifat ini sangat di benci. Bukam hanya di benci oleh orang-orang yang berilmu saja dan orang-orang yang berbudi luhur, tetapi hampir semua orang membencinya. Mengapa? Karena sifat sombong bisa menimbulkan permusuhan dan hilangnya rasa keakraban antara sesama manusia.

Rasulullah saw. Melarang umatnya berlaku sombong terutama terhadap sesama umat islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh muslim bersumber dari Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah saw telah bersabda:

ﻻﻳﺪﺧﻞﺍﻟﺟﻧﱠﺔﻣﻦﻛﺎﻦﻓﻰﻗﻟﺑﻪﻣﺜﻗﺎﻞﺫﺭﱠﺓﻣﻦﻛﺑﺭﻓﻗﺎﻞﺭﺟﻞﺍﻦﱠﻟﺭﱠﺟﻞﻳﺤﺐﱡﺍﻦﻳﻛﻮﻦ ﺛﻮﺑﻪﺤﺴﻨﺎﻭﻨﻌﻠﻪﺤﺴﻨﺔﻗﺎﻝ׃ﺍِﻥﱠﺍﻠﻠّٰﻪَﺟَﻣِﻴﻞٌﻴُﺣِﺐﱡﺍﻠﺟَﻣَﺎﻞﻭﺍﻠﻛِﺒﺭُﺑَﻂَﺭُﻠﺣِﻖﻭﻏَﻤﻂُ ﺍﻠﱠﻧﱠﺎﺱِ

Artinya:

Tidak masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sedikit kesombongan. Lalu ada seorang laki-laki berkata: “Sesungguhnya ada seorang yang senang pakaiannya bagus dan sandalnya juga bagus”. Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah yang senang keindahan. Sedangkan kesombongan itu menolak kebenaran dan merendahkan orang. (HR. Muslim).

Dari hadits Rasulullah saw, diatas itu dapat diambil suatu pelajaran bahwa pintu surge tertutup bagi setiap orang yang didalam hatinya ada sifat kesombongan. Tetapi seseorang itu tidak bisa dikatakan sombong hanya karena ia suka pakaian yang bagus-bagus. Sedang arti sombong yang sesungguhnya ialah tidak mau menerima kebenaran dan menganggap rendah orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Pertama takabbur kepada Allah, yaitu mengabaikan atau tidak memperdulikan terhadap agama Allah. Tidak takut kepada ancaman Allah serta meremehkan dan mengabaikan syari’at agama.

Yang kedua takabbur terhadap Rasulullah, yaitu enggan dan merasa hina untuk mengikuti petunjuk rasul. Sikap takabbur demikian ini hanya dimiliki oleh kaum kurais dimasa nabi sebab mereka sama menganggap bahwa beliau saw, Anak yatim yang tidak punya harta. Begitu juga dengan bangsa yahudi segan mengikuti ajaran rasul. Prasaan sombng inilah yang berbahaya sekali, semoga kita tetap terjaga dari sifat demikian ini.

Yang ketiga takabbur terhadap sesama manusia, yakni merasa lebih mulia, lebih tinggi, lebih alim, dsb dari orang lain. Ia menganggap remeh dan hina serta menganggap orang lain tidak sebanding dari dirinya sendiri. Maka takabbur itu menolak kebenaran dan menghina manusia, demikian sebagai mana disebutkan dalam hadits nabi saw, bahwa beliau bersabda yang artinya:

Takabbur itu menolak kebenaran dan menghinakan hak-hak manusia

(HR. Muslim).

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Perlu sekali kita ketahui bahwa kesombongan, kecongkaan, membesarkan diri, dan merasa diri tinggi, agung, dan megah serta muliah itu adalah termasuk hal-hal yang membahayakan dan merusakkan, baik kepada jiwa, akhlak, agama dan lain-lain.

Maka boleh juga kita katakana bahwa takabbur itu merupakan salah satu penyakit yang sangat membahayakan, yang oleh karenanya kita terkena hokum oleh fardu ‘ain yakni wajib setiap orang menghilangkan membasmi dan melenyapkannya. Diman cara pengobatan dan cara melenyapkannya tidak dengan jalan berkhayal belaka atau mengharap-harap tapi harus dengan usaha pengobatan dengan beberapa resep yang manjur dan mujarab. Sedangkan untuk mengobatinya itu pada pokoknya tiga tindakan yang perlu kita perhatikan, ialah:

1.      Dengan menjebol pohonnya dari tempat tertanamnya dari tempat penyakit sombong itu, yaitu di dalam hati.

2.      Dengan menolak segala godaan yang baru datang, yaitu dengan mengusir sebab-sebab yang dijadikan sebagai bahan kesombongan.

3.      Dengan menyadari kedudukan diri sendiri dan kedudukan tuhan yaitu Allah SWT serta menyadari bahwa dirinya diciptakan dari suatu bahan yang amat kotor dan menjijikkan yaitu berupa setetes air mani

Bukanlah Allah SWT. Telah berfirman:

̍ÝàYu‹ù=sù ß`»|¡RM}$# §NÏB t,Î=äz ÇÎÈ   t,Î=äz `ÏB &ä!$¨B 9,Ïù#yŠ ÇÏÈ   ßlãøƒs† .`ÏB Èû÷üt/ É=ù=Á9$# É=ͬ!#uŽ©I9$#ur ÇÐÈ

Artinya:

 (5.) Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan?(6.) Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,(7.) Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.

Demikianlah tindakan kuratif maupun prefentip sebagai pengobatan penyakit sombong yang perlu sekali kita perhatikan, dan itulah antara lain merupakan resep yang mujarab untuk membasmi penyakit rohani yang sangat besar sekali bahayanya.

B.       Pidato Walimah

WALIMATUL ‘URSY

Assalamu’alaikum.Wr.Wb

Alhmdulilaahi robbil ‘alamiinn, was sholaatu wassalaamu ‘alaa asyrofil anbiyaa’ wal mursaliin wa ‘alaa aalihii wa sokhbihi ajma’iin. . . .

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurø—r& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøŠs9Î) Ÿ@yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨Šuq¨B ºpyJômu‘ur 4 ¨bÎ) ’Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ

Wa Qoola rosuululloh,. Tanakakhuu taktsuruu fainni ubaahi bikumul umami yaumal qiyaamah. Amma ba’du.

Hadirin Rohimakumulloh

Segala puji hanyalah milik Allah semata. Sebagai umat Islam hendaknya kita mengucapkan ras asyukur kepada Allah SWT, tiada daya upayah, melainkan hanya dengan kehendakNya limpahan rahmat demikian besar yang kita terima hari ini. Dan segala puji bagi Alloh ‘azza wa jala yang menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan. Sehingga kita dapat menghadiri resepsi pernikahan saudara,,,,,,,,,,,,,,dengan saudari,,,,,,,,,,,,,,,,,,. Dan mudah-mudahan nantinya akan diberi kebahagiaan dan ketenangan dalam rumah tangganya, sehingga menjadi keluarga yang Sakinnah Mawaddah Wa Rohmah. Amin.

Hadirin para undangan yang berbahagia

Islam memang sangat menganjurkan kepada para pemuda yang sudah mempunyai kemampuan untuk melaksanakan pernikahan. Pernikahan sesungguhnya sunnatulloh dan sunnah RosulallahSAW. Orang yang enggan atau tidak bersedia untuk menikah, sesunguhnya ia telah menentang sunnatulloh dan sunah RosulallahSAW sehingga pantas jika Rosul SAW menyebutnya bukan termasuk golongan umat ku. Hal itu sesuai dengan sabda beliau SAW yang artinya:

“Kawin adalah sunahku, maka barangsiapa yang tidak suka sunnah ku, berarti bahwa ia tidak suka pula padaku”. (HR. Abu Ya’la)

“Barangsiapa telah mempunyai kemampuan untuk menikah, kemudian dia tidak menikah, maka dia bukan termasuk umatku”. ( HR. Thabroni dan Baihaqi)

Mempelai yang berbahagia.

Pernikahan dimaksudkan untuk menyatukan seorang lelaki dan wanita atau muslim dan muslimah yang ditakdirkan berjodoh untuk suami istri. Dan bahwasanya didalam pernikahan terkandung banyak manfaat yang sangat besar bagi hidup dan kehidupan seseorang, dimana salah satunya adalah dapat menyebabkan pelakunya menjaga pandanga mata serta mampu menjaga kemaluannya. Agama kita telah memberikan petunjuk dalam membina kebahagiaan hidup berumah tangga, yaitu sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 19:

 £`èdrçŽÅ°$tãur Å$rã÷èyJø9$$Î/ 4 bÎ*sù £`èdqßJçF÷d̍x. #Ó|¤yèsù br& (#qèdtõ3s? $\«ø‹x© Ÿ@yèøgs†ur ª!$# mŠÏù #ZŽöyz #ZŽÏWŸ2 ÇÊÒÈ

Artinya:

 “Dan pergaulilah dengan mereka (istri) dengan cara yang baik kemudian jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, sedangkan Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya”.

Hadirin Rokhimakumulloh

Menampakkan pernikahan sendiri itu maksudnya agar disaksikan orang banyak, sehingga mengetahui pasangan kamu sekaligus pernikahannya. Ini tidak ada dalam budaya kita kecuali memeriahkan pernikahan dengan pesta atau hiburan yang biasa disebut dengan walimah (walimatul ‘ursy). Adapun didalam sebuah hadits yang menyebutkan bahwa:

A’LINUU HAADZANNIKAH, WAJ’ALUUHU FIL  MASAAJIDI WADL RIBUU BIDDUFUUFI,.

Artinya:

“Umumkanlah pernikahan itu dan laksanakan di masjid, serta pukullah rebana oleh kalian”. (HR. Imam tirmidzi, dari Aisyah )

Jadi, hukumnya sunnah atau lebih baik jika dalam suatu pernikahan itu diramaikan. Dan waktu ijab Qobul ditempatkan di masjid (di tempat yang biasanya disaksikan orang banyak).

Kehadiran bapak, ibu, saudara sekalian sesungguhnya telah menjadi bukti ketaatan hadirin sekalian akan perintah agama, dimana Rosulallah SAW telah berwasiat melalui sabda beliau:

“Barangsiapa tidak menghadiri undangan walimah (tanpa udzur syar’i), benar-benar dia telah melakukan maksiat kepada Allah dan Rosul-Nya” (HR.Muslim)

Para undangan yang berbahagia

Setelah ijab qobul selesai, maka seorang mempelai wanita sudah menjadi istri yang sah bagi sang mempelai pria. Maka, sang mempelai wanita itupun harus patuh kepada sang suami. Dalam hadits ROSULULLOH SAW bersabda; A’DHOMUNNISAAI BAROKATAN AISARUHUNNA MU’UUNATAN,.
Artinya:

“Wanita yang paling besar berkahnya (untuk suami) ialah yang ringan nafkahnya”. (HR. imam Ahmad, dari Aisyah r.a)

Maksudnya, istri membawa berkah itu istri yang menerima apapun dari yang dihasilkan oleh suami, yang penting bukan dari hal haram.

Selain itu, kedua mempelai yang berbahagia hari ini telah pula secara nyata berkehendak untuk menyempurnakan agama mereka melalui jalan pernikahan yang telah mereka lakukan tadi.

Rasulallah SAW bersabda:

“Jika seorang hamba menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan agamanya. Oleh karena itu, bertaqwalah kepada Allah untuk menyempurnakan sebagian yang lainnya”. (HR. Baihaqi)

Demikian tinggi makna, tujuan berikut pahala yang disediakan bagiorang-orang yang melaksanakan pernikahannya, sehingga tidak ada alas an yang kuat lagi sebagai pemuda atau pemudi yang telah berkemampuan untuk segera melangsungkan pernikahannya.

Salah satu alas an klasik yang diberikan oleh orang-orang yang belum menikah biasanya adalah karena masalah keuangan atau ketiadaan biayabagi mereka. Mereka senantiasa mengemukakan dalih, bahwa untuk menghidupi diri sendiri saja sudah kerepotan, apalagi menghidupi istri dan juga anak-anaknya.

Pendapat seperti itu tidak benar seluruhnya. Berkenaan dengan masalah rizki, sebagaimana manusia yang telah dciptakan Allah SWT untuk hidup dibuminya yang indah ini, sesungguhnya tugas kita hanyalah untuk mencari rizki saja. Masalah pemberian rizki tersebut semuanya berada ditangan Allah SWT. Jika Allah SWT berkehendak untuk memberikan rizkiNya kepada seseorang, maka tiada suatu apapun yang mencegah atau membendungnya. Kekuasaan Allah SWT sangat luas tiada terbatas yang mustahil dapat disamai oleh sekalian makhluk cipaanNya meski mereka semua bersatu-padu.

Oleh karena itu, dalam kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah saya untuk menghimbau sekalian hadirin yang masih juga membujang atau belum mempunyai pendamping hidup untuk segeraa menikah. Masalah miskin atau kaya itu bukan masalah yang berarti untuk segera melangsungkan pernikahan, maka Allah akan menjadikan ia mampu. Allah SWT sendiri telah berjanji lewat firmaNya dalam surat An Nur ayat 32:

(#qßsÅ3Rr&ur 4‘yJ»tƒF{$# óOä3ZÏB tûüÅsÎ=»¢Á9$#ur ô`ÏB ö/ä.ϊ$t6Ïã öNà6ͬ!$tBÎ)ur 4 bÎ) (#qçRqä3tƒ uä!#ts)èù ãNÎgÏYøóムª!$# `ÏB ¾Ï&Î#ôÒsù 3 ª!$#ur ììřºur ÒOŠÎ=tæ ÇÌËÈ

Artinya:

 “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui”.

Hadirin sekalian yang berbahagia

Semoga uraian singkat saya ini dapat membawa manfaat kepada saya pribadi khususnya dan terutama kepada hadirin sekalian yang berbahagia. Mohon ma’af apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dalam hati.

Wal’afwu minkum,,,

Wassalamu’alaikum.Wr.Wb

C.      Pidato Peringatan Hari Besar Islam

PERINGATAN NUZULUL QUR’AN

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Kaum muslimin yang semoga Dimuliakan oleh Allah SWT

Sekarang adalah tanggal 17 Romadhon. Dan tentunya kita tidak lupa pada tanggal itu dimana terjadi peristiwa yang sangat bersejarah bagi umat islam ialah malam pertama diturunkannya Al Qur’an oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hiro’, sebuah gua yang berada didekat jalam ke Arofah berjarak sekitar 4 kilometer dari kota Makkah yang selama itu selalu digunakan sebagai tempat bertahanus atau menyepi oleh Rosulallah SAW, dari pergaulan masyarakat umum.

Untuk lebih jelasnya marilah kita ungkap kembali peristiwa turunnya Al Qur’an pertama kali itu agar keyakinan kita bertambah kuat bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat mansia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil. Sebagaimana telah diterangkan Allah SWT didalam Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 185 yang berbunyi:

ãöky­ tb$ŸÒtBu‘ ü“Ï%©!$# tA̓Ré& ÏmŠÏù ãb#uäöà)ø9$# ”W‰èd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3“y‰ßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4

Artinya:

“ Bulan Ramadlon, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).”

Kaum muslimin muslimat yang dimuliakan AllahSWT

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori mengisahkan, bahwa ‘Aisyah r.a. mengatakan bahwa: “Wahyu yang mula-mula turun kepada Rosulallah SAW ialah berupa mimpi waktu beliau tidur. Biasanya mimpi itu  terlihat jelas oleh beliau, seperti jelasnya cuaca pagi. Semenjak itu hati beliau tertarik hendak mengasingkan diri kedalam Gua Hiro’. Disitu beliau beribadat beberapa malam, tidak pulang kerumah istrinya. Untuk itu beliau membawa perbekalan secukupnya. Setelah perbekalan habis, beliau kembali kepada Khodijah, untuk mengambil lagi perbekalan secukupnya. Kemudain beliau kembali pulang ke Gua Hiro’, hingga suatu ketika datang kepadanya Al Haq

( kebenaran atau wahyu), yaitu sewaktu beliau masih berada di Gua Hiro’ itu”

Kaum musllimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT

Al Qur’an diturunkan kepada Rosulallah SAW di Gua Hiro’ sewaku beliau berumur 40 tahun lebih 6 bula dan 8 hari, atau 13 tahun sebelum beliau melakukan hijrah dari kota MAkkah ke Madinah. Peristiwa agung tersebut terjadi bertetapan dengan tanggal 17 Romadhon, atau tanggal 6 Agustus tahun610 Masehi. Peristiwa yang baru pertama kali beliau alami itu sangat menggoncangkan hati beliau, sehingga ketika pulang dan sampa dirumah, beliau meminta Khodijah binti Khuwailid (istri Nabi) untuk menyelimuti dirinya hingga hilang rasa takut beliau.

Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori, setelah beliau SAW mengabarkan semua kejadian yang baru beliau alami tersebut dengan mengungkapkan: “Sesungguhnya aku cemas atas diriku (akan binasa)”.

Namun dengan sikap yang bijaksana, Khodijah mengatakan:

Jangan takut! Demi Allah! Tuhan sekali-kali tidak akan membinasahkan anda. Anda selalu menghubungkan tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan (mengadakan) barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran.

Betapa mulia dan bijaksananya sikap yang ditunjukkan Khodijah binti Khuwailid pada suami tercintanya, Rasulallah SAW, yang kiranya dapat menjadi teladan yang sangat baik bagi sekalian istri jika mendapati hati suaminya telah terguncang oleh suatu peristiwa besar yang dialaminya.

Kaum muslimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT

Adapun ayat Al Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada beliau adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:

ù&tø%$# ÉOó™$$Î/ y7În/u‘ “Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/u‘ur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   “Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ

Artinya:

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu yang menciptakan, Dia yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmualah yang paling pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak dapat diketahuinya”.

Dengan turunnya ayat tersebut diatas, maka secara resmi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT menjadi seorang Rosul untuk seluruh umat manusia di dunia ini tanpa terkecuali.

Peristiwa agung yang terjadi pada diri Rosulallah SAW merupakan tanda diangkatnya beliau menjadi Rosul utusanNya untuk menyampaikan kebenaran kepada seluruh umat manusia. Kebenaran iu berupa ajakan untuk menyembah dan beribadah hanya kepada Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang tiada lagi tuhan selain Dia, serta juga ajakan untuk mengakui kenabian atau jerosulan Muhammad SAW, yang tidak akan pernah ada lagi seorang NAbi lainnya hingga akhir zaman kelak.

Kaum muslimin-muslimat yang berbahagia.

Sebagaiman kita ketahui, bahwa Allah SWT telah mengutus 124.000 orang Nabi, diantaranya ada 313 orang yang diangkat menjadi Rosul. Sebagian dari Rosul itu ada yang dibekali dengan kitab-kitab suci, seperti: Shuhuf Ibrahim, Kitab Zabur untuk Nabi Dawud, Kitab Taurot untuk Nabi Musa, Kitab Injil untuk Nabi Isa Al Masih, dan Kitab Al Qur’an untuk Nabi Muhammad SAW.

Adapun kitab suci Al Qur’an merupakan penutup semua kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT. Itulah sebabnya, maka didalam Al Qur’an dituturkan semua Rosul terdahulu dan kitab-kitab suci yang diimani dan diyakini kebearannya.

Allah berfirman didalam Al Qur’anul Karim surat Al Baqoroh ayat 136:

(#þqä9qè% $¨YtB#uä «!$$Î/ !$tBur tA̓Ré& $uZøŠs9Î) !$tBur tA̓Ré& #’n<Î) zO¿Ïdºtö/Î) Ÿ@ŠÏè»oÿôœÎ)ur t,»ysó™Î)ur z>qà)÷ètƒur ÅÞ$t6ó™F{$#ur !$tBur u’ÎAré& 4Óy›qãB 4Ó|¤ŠÏãur !$tBur u’ÎAré& šcq–ŠÎ;¨Y9$# `ÏB óOÎgÎn/§‘ Ÿw ä-ÌhxÿçR tû÷üt/ 7‰tnr& óOßg÷YÏiB ß`øtwUur ¼çms9 tbqãKÎ=ó¡ãB ÇÊÌÏÈ

 

Artinya:

“ Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “ Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya”.

Kaum muslimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT

Sebagai umat Islam yang telah dibekali dengan kitab suci Al Qur’an sebagai pedoman hidup, hendaknya dapat mengamalkannya demi bekal hidup kita didunia yang fana ini. HAnya dengan Al Qur’an semata, kita akan mendapat petunjuk yang sangat berguna untuk mengarungi kehidupan sehari-hari menuju kejalan yang lurus dan benar. Jalan yang diridhoi dan jalan yang dapat mengantarkan manusia mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat. Rosulallah pun telah bersabda didalam sebuah hadits beliau yang bersumbr dari Ibnu Umamah, yang artinya:

“Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya dia pada hai kiamat akan datang member syafaat (pertolongan) kepada sahabat-sahabatnya (yaitu orang-orang yang mengamalkan dan menjaga Al Qur’an)”.

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan Imam Daruquthni, Rosulallah SAW, telah bersabda:

“ Perbanyaklah membaca Al Qur’an dirumah-rumah kalian. Maka sesungguhnya rumah yang tidak perah dibacakan Al Qur’an banyak keburukannya serta disempitkan keluarganya”.

Kaum muslimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT

Dengan menyadari betapa pentingnya Al Qur’an bagi kehidupan kita selaku muslim, maka sudah seharusnya jika mulai sekarang dilaksnakan berbagai kegiatan yang berkenaan dengan Kitab Suci tununan umat Islam tersebut.

Kegiatan-kegiatan tesebut diantaranya:

–          Menganalkan serta belajar membaca Al Qur’an bagi kaum muslimin yang masih juga belum dapat membacanya.

–          Membiasakan diri untuk membaca Al Qur’an

–          Menggiatkan pengajian-pengajian Al Qur’an

–          Berusaha keras untuk memahami apa yang terkandung dalam ayat-ayat Al Qur’an dan berusaha keras pula untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kaum muslimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT

Sesungguhnya Al Qur’an bukan saja mengajarkan kepada kita brbagai masalah yang berhubungan dengan akhira semata-mata, akan tetapi masalah-masalah keduniawian dan ilmu pengetahuan pu juga terdapat didalam Al Qur’an.

Oleh karena itu, sudah seharusnya ika Al Qur’an dikenalkan dan dibiasakan kepada anak-anak kita untuk menghormati Al Qur’an. Jangan biarkan anak-anak meletakkan Al Qur’an disembarang tempat yang tidak dihormati. Membiasakan bagi anak-anak untuk mengaji dan belajar memahami isi kandungan Al Qur’an.

Sabda Rosulallah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhori, yang artinya:   “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan kemudian mengerjakannya”.

Kaum muslimin-muslimat yang dimuliakan Allah SWT

Akhirnya, marilah kita jadikan momentum peringatan Nuzulul Qur’an kali ini untuk lebih mencintai Al Qur’an dan selalu berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah Rosul SAW, agar hidup kita tidak akan tersesat dan selalu dalam limpahan rahmat Allah SWT.

Akhirul Kalam, billahi taufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 D.      Pidato Pengajian Rutin

PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA

Assalamualaikum Wr. Wb

Jama’ah rohimakumulloh

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat yang InsyaAllah penuh berkah ini dalam acara pengajian rutin, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato atau wacana yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.

Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.

Jama’ah yang berbahagia

Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.

Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini.

Jama’aahhhh,,,,,

Saya mau bertanya, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.

Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana dia memulai.

Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.

Jama’ah yang berbahagia

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.

Cukup sekian uraian materi pada kali ini, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Akhirul kalam, ihdinashshirothol mustaqiim,,,

Wassalamu’alaikum. Wr.Wb

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kiranya cukup sekian beberapa uraian penjelasan beberapa contoh pidato dari beberapa tema yang saya buat. Adapun pidato tersebut ada yang sifatnya popular, umum, baru, dan sosial.

Ada empat macam contoh pidato diatas yakni berisi uraian tentang:

  1. Materi dalam khutbah jum’at (sifatnya umum dan sosial)
  2. Walimah (walimatul ‘ursy) (sifatnya umum dan popular)
  3. Peringatan Hari Besar Islam (Peringatan Nurulul Qur’an) (sifatnya umum)
  4. Pengajian Rutin (sifatnya bau, sosial, umum, dan popular)

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dalam penjelasan pidato tersebut masih banyak kekurangan dan kekhilafan. Maka dari itu bagi para pembaca kami mohon saran dan kritiknya yang membangun guna kesempurnaan makalah ini dan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Hadinegoro, S.Pd.,Luqman, Teknik Seni Berpidato Mutakhir, Absolut, Yogyakarta, 2006

Rokhim, Khoirur., Pedoman Praktis Pidato Kultum, Pustaka Agung Harapan, Surabaya

Ali Aziz, Moh., Ilmu Dakwah, Kencana, Jakarta, 2009

Al Aziz S, Saifulloh, Moh., Fiqih Islam Lengkap, Terrbit Terang, Surabaya

http://yahyaali.wordpress.com/2010/08/24/contoh-pidato-pengaruh-internet-terhadap-remaja/

This entry was posted in 2/ kpi-B. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s