ontologi dakwah

MAKALAH

“ONTOLOGY DAKWAH”

Diajukan untuk memenuhi tugas Logika Saintifik

Kelas Pesikologi J1

Dosen Pengampu :

Drs. Masduki M.Pdi

Disusun Oleh :

Miftahul Jannah          B07210061

 

 

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT.yang senantiasa memberikan rahmat,taufik serta inayahnyasehingga kami   bisa menyelesaikan penulisan tugas makalah tentang “Pengetahuan (Ontology)” tanpa ada halangan suatu apapun.

Seiring dengan itu,penulis sangat berterima kasih kepada pihak yang telah mendukung dan membantu baik secara moral maupun material sehingga dapat berbentuk hasil makalah seperti ini.

Penyelesaian makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah ”LOGIKA SAINTIFIK” mengenai Pengetahuan (Ontology).

Penulis menyadari bahwa, dalam penulisan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.karenanya, penulis dengan kerendahan diri membuka hati untuk menerima saran maupun kritikan yang bersifat membangun sehingga bisa melengkapi kekurangan makalah ini.

                                                                                   Surabaya,11 Juni 2011

                                                                                                                       Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

BAB I

Pendahuluan

  1. Latar Belakang……………………………………………………………..        1
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………….        1
  3. Tujuan……………………………………………………………………….       1
  4. Manfaat…………………………………………………………………….        1

 

BAB II

Konsepsi Teory…………………………………………………………………………….. 2

  1. Ontology Ilmu Pengetahuan
  2. Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
  3. Perbedaan Pengetahuan ilmiah dan Non-ilmiah

 

 

BAB III

Kesimpulan………………………………………………………………………………

 

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………

 

 

 

 

 

 

BABI

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi.

Oleh karena itu tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen, bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan.

 

  1. B.     Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah:

1. Apa pengertian ilmu pengetahuan?
2. Apa saja sumber-sumber ilmu pengetahuan?
3. Apa perbedaaan ilmu pengetahuan ilmiah dan non-ilmiah?

 

  1. C.    Tujuan

Berdasarkan pada rumusan masalah maka tujuan penulisan ini adalah:

 

1. Memahami ilmu pengetahuan.
2. Mengetahui sumber-sumber ilmu pengetahuan.
3. Mengetahui perbedaan antara ilmu pengetahuan ilmiah dan non ilmiah.

 

 

 

 

  1. D.    Manfaat

Manfaat penulisan ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Menambah wawasan tentang ontologi ilmu pengetahuan.
2. Menambah wawasan tentang darimana sumber-sumber ilmu pengetahuan.

3. Menambah wawasan tentang perbedaan ilmu pengetahuan ilmiah dan non-  ilmiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BABII

KONSEPSI TEORI

 

  1. A.     Ontologi Ilmu Pengetahuan

Dalam makalah ini akan memaparkan tentang ontology, cabang ini menguak tentang objek apa yang akan di telaah ilmu. Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan? Kedua akan memaparkan apa yang disebut dengan Ilmu pengetahuan, apa saja jenis-jenis ilmu pengetahuan? bagaimana cara mendapatkannya? darimana sumbernya? dan apa objek dari ilmu pengetahuan tersebut.

Untuk membedakan jenis pengetahuan yang satu dari pengetahuan- pengetahuan lainnya. Dengan mengetahui jawaban-jawaban dari ketiga pertanyaan ini maka dengan mudah kita dapat membedakan berbagai jenis pengetahuan yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia. Hal ini memungkinkan kita mengenali berbagai pengetahuan yang ada seperti ilmu pengetahuan, seni dan agama serta meletakkan mereka pada tempatnya masing-masing yang saling memperkaya kehidupan kita. Tanpa mengenal ciri-ciri tiap pengetahuan dengan benar maka bukan saja kita dapat memanfaatkan kegunaanya secara maksimal namun kadang kita bisa salah dalam menggunakannya.

  1. B.      Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan pancaindra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan bersifat spontan, subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat dengank e be nar an, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek. [1]

 

Ilmu (sains) berasal dari Bahasa Latins ci enti a yang berarti knowledge. Ilmu dipahami sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin. Ilmu bertujuan untuk meramalkan dan memahami gejala-gejala alam.

Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren. Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyataan) dan disusun secara metodis, sistematis serta konsisten. Tujuannya agar pengalaman tadi bisa diungkapkan kembali secara lebih jelas, rinci dan setepat-tepatnya.

Metodis, berarti dalam proses menemukan dan mengolah pengetahuan

menggunakan metode tertentu, tidak serampangan.Sist e mati s, berarti dalam usaha menemukan kebenaran dan menjabarkan pengetahuan yang diperoleh, menggunakan langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga menjadi suatu keseluruhan yang terpadu.K oher e n, berarti setiap bagian dari jabaran ilmu pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesesuaian (konsisten)2.

  1. C.    Perbedaan Pengetahuan ilmiah dan Non-ilmiah

Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan non-ilmiah dan pengetahuan ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah hasil serapan indra terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya. Pengetahuan non-ilmiah tidak dapat dikembangkan menjadi pengetahuan ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tertentu tentang jin atau makhluk halus di tempat tertentu, keampuhan pusaka, dan lain-lain. Pengetahuan ilmiah adalah hasil serapan indra dan pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian lebih lanjut menggunakan metode-metode ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tentang manfaat rebusan daun jambu biji untuk mengurangi gejala diare.[2]

Ilmu pengetahuan ilmiah dapat dibedakan atas :

 

  • Ilmu Pengetahuan Fisis-Kuantitatif (empiris)

Pengetahuan ini diperoleh melalui proses observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris. Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah geologi, biologi, antropologi, sosiologi, dan lain-lain.

  • Ilmu Pengetahuan Formal-Kualitatif (matematis)

Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi dengan mencari hubungan antara konsep-konsep. Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah logika formal, matematika, fisika, kimia, dan lain-lain.

  • Ilmu Pengetahuan Metafisis-Substansial (Filsafat)

Pengetahuan filsafat diperoleh dengan cara analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis rasional) dengan mencari hakikat prinsip yang melandasi keberadaan seluruh kenyataan.[3]

Seperti telah kita ketahui bersama, Al Quran merupakan salah satu mujizat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk digunakan sebagai petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman. Sebagai petunjuk dari Allah tentulah isi dari Al Quran tidak akan menyimpang dari Sunatullah (hukum alam) sebab alam merupakan hasil perbuatan Allah sedangkan Al Quran adalah merupakan hasil perkataan Allah. Karena Allah bersifat Maha segala-galanya maka tidaklah mungkin perkataan Allah tidak

 

 


[1] Sudarsono. 2008. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Hal 121.

 

 

[2] Wiramihardja, Sutardjo. 2007. Pengantar Filsafat. Hal 86

[3] Kukla, Andre. 1982. Filsafah Ilmu dan Sains. Hal 56

This entry was posted in psi 2/j1. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s