NU dan Muhammadiyah

MAKALAH

 

NU dan MUHAMMADIYAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

 

Ilmu Kalam

 

 

 

DOSEN PEMBIMBING

Drs.MasduqiAffandi,M.Pa.I

 

DISUSUN OLEH :

Kelompok 10

Nur Asiyah ( B77210101)

1/J2

 

FAKULTAS DAKWAH

PROGRAM STUDY PSIKOLOGI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SUNAN AMPEL SURABAYA

2010

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamu alaikum Wr.Wb

Segala puji bagi Allah SWT dipermulaan dan akhir perbuatan yang baik, telah menurunkan rahmat dan hidayahnya kepad kami sehingga tugas mata kuliah “Ilmu Kalam”yang diberikan dosen kami telah dapat terselesaikan insya Allah dengan baik dan lancar. Kami ucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini, baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa mahasiswi Institut Negeri Sunan Ampel Surabaya atau bagi siapapun kedepannya. Kami mohon maaf jika terjadi banyak kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan makalah ini baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

 

 

Wassalamu alaikum Wr.Wb

 

Surabaya, 4 Oktober 2010

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang 1

  2. Rumusam Masalah 1

  3. Tujuan 1

BAB II PEMBAHASAN

  1. Sejarah Berdirinya NU ( Nahdatul Ulama) 2

  2. Sejarah Berdirinya Muhammadiyah 4

  3. Perbedaan NU dan Mammadiyah.5

BAB III PENUTUP

Kesimpulan 6

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi islam di Indonesia. Keduanya mempunyai pandangan yang berbeda, Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912.

Kedua organisasi memiliki berbagai perbedaan pandangan. Dalam masyarakat perbedaan paling nyata adalah dalam berbagai masalah furu’ (cabang). Misalnya Muhamadiyah melarang (bahkan membid’ahkan) bacaan Qunut di waktu Shubuh, sedang NU mensunahkan, bahkan masuk dalam ab’ad yang kalau tidak dilakukan harus melakukan sujud syahwi, dan berbagai masalah lain

 

 

  1. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana Sejarah NU itu ?

  2. Bagaimana Sejarah Muhammadiyah itu ?

  3. Apa Perbedaan NU dan Muhammadiyah ?

C. TUJUAN

        1. Mengetahui Sejarah NU

        2. Mengetahui Sejarah Muhammadiyah

        3. Mengetahui Perbedaan NU dan Muhammadiyah

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Sejarah Berdirinya NU ( Nahdatul Ulama)

Nahdlatul Ulama (NU), adalah sebuah organisasi Islam yang terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.Suatu waktu Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab Wahabi di Mekkah, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermazhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut. Dengan sikapnya yang berbeda itu kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta pada tahun 1925. Akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu’tamar ‘Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekkah yang akan mengesahkan keputusan tersebut. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermazhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan Komite Hejaz, yang diketuai oleh K.H. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, maka Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya, hingga saat ini di Mekkah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan mazhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermazhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah dan peradaban yang sangat berharga.

Berangkan komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kyai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar.

Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini, maka K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU, yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik. 1

 

Paham keagamaan

NU menganut paham Ahlussunah waljama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur’an, sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi’i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi, imam Maliki,dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

Gagasan kembali kekhittah pada tahun 1984, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran ahlussunnah wal jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskankembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil kembali membangkitkan gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU

 

  1. Sejarah Berdirinya Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912.

Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Pada masa kepemimpinan Ahmad Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di karesidenan-karesidenan seperti: Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan, daerah Pekalongan sekarang. Selain Yogya, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar keseluruh Indonesia.2

Bidang Akidah

Akidah merupakan dasar pokok keyakinan beragama. Oleh sebab itu ia menjadi titik awal dalam bahasan tentang keimanan.

Pambahasan akidah ini umumnya meliputi persoalan sebagai berikut ;

  1. Ilahiyyah,yaitu segala hal yang membahas tentang ilah (Allah) seperti wujud Allah ,kehendak Allah,ketentuan Allah.
  2. Nubuwwah, yaitu pembahasan mengenai segala sesuatu yang berkenaan dengan nabi dan Rasul,termasuk pembahasan mengenai kitab-kitab Allah,dan mukjizat.
  3. Ruhaniyyah, yaitu pembahasan yang berhubungan dengan alam metafisik,
  4. Syam’iyah,yaitu pembahasan tentang segala yang dapat diketahui lewat syam’i(mendengar berita dari dalil naqli berupa Al-qur’an dan sunah Rasul.

Secara histories aqidah islam yang berkembag dikalangan umat islam ada dua kelompok ;

  1. Aqidah salaf,aqidah yang dibangun semata-mata berdasarkan wahyu,yaitu Al-qur’an dan as-sunnah,tanpa ada tambahan filosofis.
  2. Aqidah islam yang dibangun atas campur tangan pemikiran fikosofik. 3

 

  1. Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Muhammadiyah dan NU adalah organisasi, bukan masalah fiqh. Hanya dalam konteks Indonesia, Muhammadiyah dan NU adalah mewakili 2 golongan besar umat Islam secara fiqh juga. Muhammadiyah mewakili kelompok “modernis” (begitu ilmuwan menyebut), yang sebenarnya ada beberapa organisasi yang memiliki pandangan mirip seperti Persis (Persatuan Islam), Al-Irsyad, Sumatra Tawalib. Sedang NU (Nahdhatul Ulama) mewakili kelompok “tradisional”, selain Nahdhatul Wathan, Jami’atul Washliyah, Perti, dll.

Di sisi lain NU (Nahdhatul Ulama, didirikan antara lain oleh KH Hasyim Asy’ari, 1926), lahir untuk menghidupkan tradisi bermadzhab, mengikuti ulama. Sedikit banyak kelahiran Muhammadiyah memang memicu kelahiran NU. Berbeda dengan Muhammadiyah, pengaruh NU sangat nampak di kalangan pedesaan.

Kedua organisasi memiliki berbagai perbedaan pandangan. Dalam masyarakat perbedaan paling nyata adalah dalam berbagai masalah furu’ (cabang). Misalnya Muhamadiyah melarang (bahkan membid’ahkan) bacaan Qunut di waktu Shubuh, sedang NU mensunahkan, bahkan masuk dalam ab’ad yang kalau tidak dilakukan harus melakukan sujud syahwi, dan berbagai masalah lain4

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Nahdlatul Ulama (NU), adalah sebuah organisasi Islam yang terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. etelah berkordinasi dengan berbagai kyai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar.

Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912. Pada masa kepemimpinan Ahmad Dahlan (1912-1923), Muhammadiyah telah tersebar keseluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http//id.wikipedia.org/wiki/nahdatul ulama dan muhammdiyah

http://soni69.tripod.com/fiqh/muhammadiyah dan nu.htm

http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=724

Sutarmo. Muhammadiyah gerakan Sosial Keagamaan Modernis. Suara Muhammadiyah. Jogyakarta ; 2005

 

 

 

 

1http//id.wikipedia.org/wiki/nahdatul ulama dan muhammdiyah

 

 

3Sutarmo.Muhammadiyah gerakan Sosial Keagamaan Modernis.Suara Muhammadiyah. Jogyakarta;2005

 

 

This entry was posted in 1 J2.... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s