nama2 ilmu kalam kel 1

MAKALAH

NAMA LAIN ILMU KALAM BESERTA OBYEK STUDINYA

MAKALAH INI DI TUJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH “ILMU KALAM”

Dosen Pembimbing :

Bpk. Drs. Masduqi Affandi

Kelompok 1:

Lia Tri Astutuik S.   B07210001

Nailil Faridah           B07210002

M. Affandi                B07210005

Nunung Rufaidah    B07210006

FAKULTAS DAKWAH

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2010-2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah hirobbil Alamin, segala puji bagi Allah SWT,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang ilmu kalam ini. Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga serta ummatnya yang bertaqwa.

Karena atas berkat, rahmat serta inayahnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai tugas mata kuliah Ilmu Kalam.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Drs. Masduqi Affandi  yang  telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Tak lupa kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca. Mengingat makalah ini masih jauh dari sempurna. Semoga makalh ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca khususnya. Amin ya robbal alamin.

Surabaya, 13 oktober 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I   PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH
  2. RUMUSAN MASALAH
  3. TUJUAN PENULISAN

BAB II  PEMBAHASAN

2.1 NAMA LAIN ILMU KALAM

A.  ILMU TAUHID

B.   ILMU USHULUDDIN

C. ILMU TEOLOGI ISLAM

D. ILMU AQOID

2.2 OBYEK STUDI ILMU KALAM

A. BINNAQLI (AL-QUR’AN-HADIST)

B. BIL AQLI

BAB III    PENUTUP

A. KESIMPULAN

B.SARAN DAN KRITIK

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah Ilmu Kalam

Agama islam mamandang disiplin ilmu kalam dalam kehidupan muslim kebanyakan adalah cabang ilmu yang menerangkan tentang ketuhanan. Berbagai masalah ketuhanan dengan berbagai argumentasi logika atau filsafat. Seperti yang di kemukakan oleh Al farabi dalam mendefinisikan ilmu kalam yaitu “ sebagai disiplin ilmu yang membahas dzat dan sifat Allah beserta ekssistensi  semua yang mungkin”. Mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin islam.

Dengan penjelasan di atas sebagai seorang muslim,kita sepatutnya dapat mengetahui nama-nama lain dari ilmu kalam ini. Serta pengertrian dari nama-nama tersebut juga objek studi dan metode yang akan dibahas  dalam disiplim ilmu kalam ini.

Maka dari itu penulis ingin menjelaskan secara singkat materi yang akan dibahas pada makalah ini.

  1. B. Rumusan Masalah
  2. apakah nama-nama ilmu kalam itu?
  3. bagaimana metode mempelaji ilmu kalam?
  1. C. Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan yang telah di rumuskan. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut.

  1. untuk mendeskripsikan nama-nama ilmu kalam.
  2. untuk mendeskripsikan metode mempelajari ilmu kalam.

BAB I

PEMBAHASAN

2.1 Nama-nama Ilmu Kalam

Sebelum kita membahas masalah tentang nama lain dari ilmu kalam. Ada baiknya kita mengetahui pengertian singkat dari ilmu kalam itu sendiri.

Menurut Syeh Muhammad Abduh(1849-1909) pengertian dari ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib dan tetap baginya, sifat yang jaiz disifatkan kepadaNya dan sifat sifat yang sama sekali wajib ditiadakan dari padaNya.dan juga membahas tentang Rasul-Rasul Allah untuk menetapkan kebenaran risalah-Nya. Apa yang wajib ada pada diriNya,  hal-hal yang jaiz dihubungkan pada diri mereka dan ha-hsl terlarang yang menghubungkannya pada mereka.

Menurut ibnu khaldun : ilmu kalam adalah ilmu yang berisi alasan-alasan untuk mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman. Dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisi bantahan-bantahan terhadap orang-orang menyeleweng dari kepercayaan salaf dan ahli sunnah.

mengenai nama-nama ilmu kalam  banyak dari kalangan cendikiawan yang mengartikan disiplin ilmu yang satu ini secara berbeda-beda. Juga sesuai dengan pengertian yang berbeda pula. Tetapi objek yang dibahas adalah sama.

Nama-nama itu antara lain sebagai berikut:

  1. Ilmu tauhid
  2. Ilmu ushuluddin
  3. Ilmu teologi islam
  4. Ilmu agama/ aqoid

Berikut ini akan membahas pengertian dari nama-nama ilmu kalam diatas secara lebih rinci dan mendalam.

A. Ilmu Tauhid

Ilmu ini dinamakan ilmu tauhid karena pokok pembahasan dititikberatkan kepada ke Esaan Allah SWT.

Tujuan tauhid adalah menetapkan ke Esaan dalam dzat, sifat, dan perbuatannya. Oleh karena itu, pembahasan yang berhubungan dengan  ke Esaan Allah dinamakan ilmu kalam (1). dinamakan Ilmu kalam karena dalam pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal yang berhubungan dengan-Nya digunakan argumentasi-argumentasi filosofis dengan menggunakan logika/ mantic Namun sebagian Teolog membedakan antara Ilmu kalam dan Ilmu Tauhid karena menurut mereka Ilmu kalam lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika..
Secara lebih rinci Prof.Dr.T.M. Hasbi ash-Shiddieqy menyebutkan beberapa alasan mengapa ilmu ini disebut Ilmu Kalam, yaitu:

  1. Problema yang diperselisihkan para ulama dalam ilmu ini yang menyebabakan     umat Islam terpecah kedalam beberapa golongan adalah masalah Kalam Allah atau Al-Qur’an; apakah ia diciptakan (makhluk) atau tidak (qadim).
  2. Materi-materi ilmu ini adalah teori-teori (kalam); tidak ada diantaranya yang diwujudkan ke dalam kenyataan atau di amalkan dengan anggota.
  3. Ilmu ini, di dalam menerangkan cara atau jalan menetapkan dalil pokok-pokok akidah serupa dengan Ilmu mantik,
  4. Ulama-ulama Mutaakhirin membicarakan di dalam ilmu ini hal-hal yang tidak dibicarakan oleh ulama salaf, serperti pentakwilan ayat-ayat mutasyabihat, pembahasan tentang pengertian qadha’, kalam, dan lain-lain.

B Ilmu ushuluddin

Ilmu tauhid juga dinamakan ilmu ushuluddin karena objek pembahasannya adalah dasar-dasar agama yang merupakan masalah esensial dalam ajaran agama islam.

Ilmu ushuluddin ialah ilmu yang membahas tentang prinsip-prinsip kepercayaan agama dengan dalil-dalil Qhot’I (Al-Qur’an dan hadist mutawatir) dan dalil-dalil akal pikiran.

Ushuluddin merupakan serangkaian kata yangterdiri dari “ushul” dan “addin”. Ushul artinya pokok, fondamen, aqidah atau aturan

  1. Ilmu Teologi Islam

Ilmu tauhid yang disebut juga dengan ilmu teologi islam karena pembahasannya mencakup persoalan-persoalan dasar dan soal pokok seperti ketuhanan, iman, kufur, dan hal-hal pokok lainnya sebagaimana tercakup dalam rukun iman.

Pada  awalnya istilah teologi itu digunakan oleh orang-orang kalangan barat untuk memberikan pengrtian yang berkaitan dengan ilmu ketuhanan dalam agama Kristen. Kemudian dalam agama islam dinamakan ilmu tauhid, ilmu kalam atau ilmu ushuluddin.

  1. Ilmu Agama

Dinamakan ilmu agama karena mambahas tentang prinsip-prinsip keyakinan dan keimanan. Tujuan dinamakannya ilmu ini agar kita punya prinsip keyakinan dalam hidup (2). karena obyek pembicaraanya tentang kepercayaan Islam namun inti pokok pembahasannya sama yaitu wujud Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya.

(1)  Drs. H. Muhamad Ahmad : TAUHID ILMU KALAM.1997,halaman 13-16

(2) Tijanud Daro

2.2. OBYEK STUDI ILMU KALAM

  1. BIN NAQLI

Alquran dan hadis merupakan sumber hukum yang paling utama dalam agama islam .dalam kaitannya dengan ilmu kalam ini, ingin kami paparkan beberapa dalil dalam alquran dan hadis yg menjelaskan masalah dzat, sifat, asma, dan perbuatan yg berkaitan dengan eksistensi ketuhanan .dalam alquran surat al-ikhlas ayat 3-4 menunjukkan bahwa tuhan tidak beranak dan tidak diperanak kan ,serta tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang tamak sekutu (sejajar) dengan-NYA.

“dia tidak beranak dan tidak pula di peranakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia.”

Dalam beberapa ayat al-quran ini, menunjukkan bahwa ayat-ayat  tersebut telah turun sebelum adanya ilmu kalam itu sendiri dibentuk .dan menjdi rujukan pembelajaran disiplin ilmu yang di perbincangkan. Al-quran menjadi tolak ukur seseorang dalam memahami keesan, dzat dan sifat-sifat ketuhanan .

B.BIL AQLI

Pemikiran manusia khususnya ummat islam telah berkembang jauh sebelum pemikiran-pemikiran filsafat yunani. manusia diberi anugerah oleh Allah SWT berupa akal pikiran untuk mengkaji suatu ilmu yang sangat membutuhkan pemikran yang rasional. Ummat islam menggunakan pemikiran rasionalnya untuk mempelajari dan menjelaskan semua aspek yang belum memperoleh penjelasan konkrit yang berhubungan dengan ayat-ayat Al qur’an. Karena Al qur’an masih membutuhkan pentafsiran yang lebih meluas dari ayat- ayat yang ada. Penggunaanrasio ini di jelaskan dalam beberapa ayat dalam Al qur’an. Seperti dalamQs An-Nahl ayat  69

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu) dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

dengan pemikiran rasional yang dimiliki manusia.

Ayat-ayat tersebut antara lain surat Al-jasiyat 12-13, Al isra 44, Al an’am 97-98. At-taubah 122, At- thariq 5-7, Al ghosyiah 7-20, shad 29, Muhammad 24, azzumar 9

Dll.

Dari ayat –ayat yang kami sebutkan di atas memiliki kesamaan dalan kata-kata yakni Tafakkar, tafaquh, tadabbar,  tadzakkar, fahima, aqala, ulul albab, ulul ilm, ulil abshar.kata-kata tersebut intinya adalah menganjurkan dan bahkan memerintahkan kepada manusia untuk selalu menggunakan rasionya dalam semua hal.

Hubungannya dengan ilmu kalam adalah hal ini tidak lepas dengan dibutuhkannya  pemikiran yang mendalam dalam mengkaji aspek yang ada kaitannya dengan obyek keTuhanan. Karena tidak ada suatu cabang ilmu yang didalamnya paling banyak pertantangan dan perdebatan masalah perbedaan pendapat atau keyakinan selain ilmu kalam.

Pemikiran yang mendalam sebagai salah satu bentuk dalil rasional murni yang termasuk bagian dari ilmu logika. Karena itu para ulama terddahulu mengutamakan segi-segi deduksi, yakni penyimpulan, investigasi, dan representasi, tanpa memasuki pokok-pokok persoalan yang bersifat umum. Tetapi ia digunakan secara dialektis, misalnya dalam pembahasan tentang “sebab” di dalam ushul fiqh para ulama terdahulu menekankan beraneka ragam dalil dengan segala pertentangan sesuai engan perbedaan tingkat kemampuan manusia untuk belajar dan menerima keyakinan. Dan terkadang seseorang tidak puas dengan bersandar hanya kepada satu dalil.

Aql disini dalam arti menyeluruh yang mencakup indera, akal, dan khabar. Tujuan dari analisis rasional adalah mengemukakan teks di atastataran rasional murni dan menjawab kontradiksi akal sehingga ia di sebut sebagai organisasi teoritis palig canggih yang di kemukakan oleh para ulama ushuluddin. Pertama-tama porsi akal yang menjelaskan pokok persoalan dan berbagai kemungkinanya di atas tataran teoritis, kemudian akal menguraikan setiap kemungkinan itu sehingga akhirnya tinggal satu.

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

mengenai disiplin ilmu yang satu ini para cendikiawan mengartikan dan menamakan secara berbeda- beda. Nama-nama itu antara lain sebagai berikut:

    1. Ilmu tauhid
    2. Ilmu ushuluddin
    3. Ilmu teologi islam
    4. Ilmu agama

obyek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yg berkaitan dengan –NYA dengan metode yang sedikit berbeda dengan filsafat .dalam pertumbuhannya , ilmu kalam berkembang menjadi theology rasional dan teologi tradisional . ilmuu kalam berperan sebagai ilmu yang mengajak orang yang baru untuk mengenal rasio sebagai upaya mengenal tuhan secara rasional.  Al-quran dan hadis merupakan sumber hokum yang paling utama dalam agama islam .dalam kaitannya dengan ilmu kalam. Perbuatan yang berkaitan dengan eksistensi ketuhanan di jelaskan .dalam al-quran surat al-ikhlas ayat 3-4.

B.KRITIK DAN SARAN

Kami mengetahui bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu kami menginginkan kritik dan saran dari pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Rozak, M. Ag,Abdul dan rosihin anwar. ILMU KALAM , CV. PUSTAKA SETIA, Bandung 2010

Hanafi, hassan. DARI AKIDAH KE REVOLUSI SIKAP KITA TERHADAP TRADISI LAMA,PARAMADINA, Bandung,2003

Ibrahim al bajuri, tijanuddarori

Thohirin, muhammad. Pendidikan ketuhanan dalam islam, muhammadiyah press, malang, 2003

This entry was posted in kelas 1i. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s