Hizbut Tahrir

Kelas KPI 1A
Septian maulana R. BO120020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, atas limpahan karunia,rahmat,dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul : “Hizbut Tahrir Dan persoalannya” dengan baik.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui kelebihan , manfaat , dan membantu memenuhi kebutuhan bahan bacaan dan rujukan bagi kita semua sehingga kita semua bisa mengetahui dan bisa mengambil nilai positif dari makalah ini dengan baik.
Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam pelaksanaan menyusun makalah ini.
Dan kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang positif dari para pembaca agar karya kami ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, Desember 2010

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Makalah Konferensi Internasional Media Hizbut Tahrir: Pembukaan
a. Latar belakang : Hizbut Tahrir merupakan kelompok politik yang berideologi Islam, berjuang untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam di seluruh penjuru dunia Islam melalui penegakan Khilafah Islamiyah. Hizbut Tahrir merupakan partai global yang tidak menjadikan nasionalisme yang sempit dan patriotisme yang lebih sempit lagi sebagai ikatannya. Akan tetapi satu-satunya ikatan yang diadopsi Hizbut Tahrir adalah Islam sebagai sebuah ideologi dan sistem kehidupan.
Akidah Islam dalam pandangan Hizbut Tahrir merupakan asas kehidupan, masyarakat, dan negara, sebagaimana juga menjadi asas konstitusi, perundang-undangan dan hukum. Ikatan akidah adalah ikatan iman dan ukhuwah sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:
 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara (QS al-Hujurat [49]: 10)
Ikatan akidah adalah ikatan Islam dan ukhuwah sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw:
اَلْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ
Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya
Jadi akidah Islam adalah asas ikatan di antara kaum Muslim seluruhnya. Tidak ada perbedaan sedikitpun antara muslim yang satu dengan muslim yang lain kecuali karena ketakwaannya.
Demikian pula, akidah Islam itulah yang mengatur kehidupan kaum Muslim dengan non Muslim di negeri Islam dalam sebuah kehidupan yang menyediakan keamanan, perlindungan, dan kehidupan yang mulia baik bagi Muslim maupun non Muslim. Karena non Muslim memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita kaum Muslim secara adil sesuai dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِير
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (QS al-Mulk [67]: 14)

Hizbut Tahrir telah menetapkan agenda utama kaum Muslim hari ini adalah menegakkan Khilafah Islamiyah dan mengembalikan hukum menurut apa yang telah diturunkan oleh Allah. Hizbut tahrir berdiri dan berjuang untuk merealisasi tujuan tersebut melalui kelompok politiknya. Dan di antara aktivitas yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir adalah melakukan: pergolakan pemikiran, perjuangan politik, pembinaan umat dengan tsaqafah Islam yang bersifat politik yang menyeluruh dan melakukan advokasi terhadap berbagai kemaslahatan umat Islam di semua tempat di mana Hizbut Tahrir berada.
Hizbut Tahrir memandang berbagai peristiwa dan problem dari sudut pandang tertentu. Hizb melakukan aktivitas politik dan memahami perkara-perkara politik praktis dari sudut pandang tertentu itu. Hizb berjuang untuk bisa memberikan pengaruh dalam ranah politik internasional. Pertama-tama, Hizb memulai dengan mengkristalkan konsepsi politik dan menilainya sebagai langkah pertama dalam memonitor berbagai aksi politik dan memahami konstelasi internasional.
Hizbut Tahrir memahami bahwa keberadaan khilafah lah yang akan menciptakan pengaruh politik bagi kaum Muslim dalam interaksi internasional. Namun demikian, Hizbut Tahrir tidak menunggu hadirnya daulah khilafah itu untuk bisa memberikan pengaruhnya. Akan tetapi sebagai kelompok, Hizbut Tahrir berupaya untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat untuk mengakselerasi perubahan dan sebagai pendahuluan bagi tegaknya daulah khilafah.
Bagi Hizbut Tahrir, kesadaran politik bukan sekadar memahami situasi politik atau berbagai peristiwa dan aksi-aksi politik saja. Akan tetapi, kesadaran politik adalah pandangan terhadap dunia dari sudut pandang tertentu yaitu sudut pandang akidah islamiyah. Rasul saw yang menjadi panutan kita telah memandang dunia dari sudut pandang Islam dan penyebaran dakwah. Hal itu tampak jelas dalam interaksi Rasul saw dalam keadaan damai maupun perang dengan entitas-entitas yang memusuhi Islam pada waktu itu.
Terhadap isu-isu hangat di dunia, Hizbut Tahrir memandangnya dari sudut pandang itu. Kemudian Hizbut Tahrir menetapkan hukum atas setiap fakta permasalahan sebagai solusi cepat bagi permasalahan itu, atau sebagai penjelasan solusi menjelang tegaknya daulah Khilafah, atas izin Allah SWT.
Sebagai penutup dari kalimat singkat Hizbut Tahrir, kami katakan:
Hizbut Tahrir telah bertolak dari Baitul Maqdis pada tanggal 28 Jumaduts Tsaniyah tahun 1372 H/14 Maret 1953 M, melalui pendirinya al-Alim al-Allamah syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh. Dan sepeninggal beliau, pada hari Ahad awal Muharram 1398 H/11 Desember 1977, kepemimpinan Hizbut Tahrir dipegang oleh al-‘Alim al-Kabir syaikh Abdul Qadim Zallum rahimahulLâh. Dan sepeninggal beliau rahimahulLâh pada malam Selasa 27 Shafar 1424 H/29 April 2003, al-Alim al-Jalil ‘Atha’ ibn Khalil Abu ar-RasytahhafazhahulLâh menjabat amir Hizb hingga sekarang.
Hizbut Tahrir hari ini adalah ibarat pohon yang baik dan menjulang. Cabangnya ada di empat puluh negeri Islam dan beberapa negeri Barat. Hizbut Tahrir, meski hingga hari ini belum berhasil menegakkan Khilafah Islamiyah di negeri-negeri kaum Muslim, namun dengan karunia Allah SWT telah sukses mengokohkan ide Khilafah Rasyidah di atas asas Islam yang agung di dalam benak kaum Muslim dan bahwa itu merupakan bagian dari kewajiban yang paling agung, pembangkit kemuliaan kaum Muslim dan pendorong kebangkitan mereka… Dan segala puji hanya bagi Allah SWT, hari ini Khilafah Rasyidah itu telah menjadi tuntutan umum kaum Muslim dan mereka mengusung panjinya di dalam berbagai aksi, yel-yel, dan aksi serius mereka… Sampai intelektual Barat, setelah melakukan berbagai kajian dan penelitian seputar jalan paling efektif untuk menghalangi tegaknya Khilafah, akhirnya hari ini mereka berubah menjadi orang yang melakukan kajian dan penelitian seputar jalan paling efektif dalam tatacara berinteraksi dengan Khilafah setelah berdirinya nanti!
Hizbut Tahrir berkeyakinan Khilafah pasti tegak karena itu adalah janji dari Allah SWT.
}وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ{
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa (QS an-Nur [24]: 55)
Khilafah itu juga merupakan berita gembira dari Rasulullah saw dalam sebuah hadits sahih
«…ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
Kemudian akan ada Khilafah diatas manhaj kenabian
} وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ{
Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (QS ar-Rum [30]: 4-5)
Dan sekarang wahai saudara sekalian, kami akan mulai mendeklarasikan sikap Partai Politik, kemudian menjelaskan solusi yang sahih terhadap problem-problem yang sudah disebutkan sebelumnya. Dan hanya Allah lah tempat meminta pertolongan dan hanya kepadanya tempat bersandar.

BAB II
ISI / PEMBAHASAN
Makalah Konferensi Internasional HT: Persoalan dan Solusi Khasmir
Bagian Kedua
Kashmir
» Kashmir adalah negeri muslim
» Bulan ini kita saksikan India menerjunkan pasukan ke Srinagar, ibukota Kashmir, untuk pertama kalinya dalam waktu 20 tahun dalam upaya menghentikan siklus kekerasan yang telah membunuh 15 orang dan melukai ratusan lainnya
» Mengapa bisa begini?
» Islam masuk ke Kashmir di bawah pimpinan Muhammad ibn Al-Qasim yang menyebarkan Islam ke seluruh anak benua India semasa Khilafah Abbasid, dan berkuasa di sana hingga pertengahan abad ke 19
» Inggris menginvasi anak benua India di tahun 1819 dan mendapatkan perlawanan yang luar biasa dari muslim
» Di tahun 1846, Inggris menguasai India secara militer dengan bantuan pemeluk Hindu, Sikh, dan Buddha.
» Inggris lalu menyewakan Kashmir ke kekuasaan feodal Hindu selama 100 tahun di bawah perjanjian Amritsar
» Setelah anak benua dipecah pada tahun 1947, para penguasa feodal Hindu menyerahkan Kashmir ke India yang memicu serangkaian peperangan, akibatnya dua pertiga Kashmir jatuh ke India, dan sepertiganya dikuasai Pakistan
» Sejak dijajah Hindu, umat muslim dibantai, dipenjara, diperkosa dan rumah ibadahnya dihancurkan. Di saat yang sama penguasa Pakistan tidak banyak bicara dan membiarkan begitu saja nasib muslim di Kashmir
» Ini semua memperparah penderitaan umat Islam di Kashmir
» Berbagai resolusi PBB mengenai konflik ini telah dikeluarkan, yaitu sejak tanggal 13 agustus 1948 oleh Dewan Keamanan PBB, lalu diikuti resolusi tahun 1949 yang menghimbau India dan Pakistan mengundurkan pasukannya dari sana.
 India tidak menghiraukannya, dan Nehru di tahun 1956 menyatakan bahwa Kashmir adalah milik India
» Sejak itu India telah melakukan segala cara untuk menguasai Islam dan menghapus identitas muslim di Kashmir, BAGAIMANA
 Pembantaian massal
 Pembatasan kelahiran
 Memperluas korupsi dan tindakan asusila
 Penghapusan Ulama, Imam dari masajidnya
 Melarang pendidikan Islam dan nilai-nilainya
» India juga belajar dari pengalaman Zionis. Israel yang dibentuk Inggris, dibanjiri dengan darah umat Islam. Benjamin Chan berkata, “India dan Israel menghadapi musuh yang sama, yaitu fundamentalisme Islam. Kita belajar bagaimana menyikapi Arab dan Muslim dan kita memberikan India keahlian kita di lapangan.”
» Muslim selalu melawan pendudukan. Di tahun 1999, para mujahidin hampir menguasai Lembah Kargil dengan bantuan pasukan Pakistan
» Namun, pasukan Pakistan mengkhianati para mujahidin, karena tekanan Amerika terhadap pemerintah Pakistan
 Pemerintah Pakistan pun memilih jalan negoisasi yang tidak berguna sama sekali
 Nampaklah kesamaan antara Zionis dan Palestina, India dan Kashmir
 Mereka memiliki kesamaan strategi yaitu ‘peta perdamaian’ dan mengkriminalisasi para Mujahidin Kashmir di Pakistan
 Antara tahun 1948-2003, terlihat tuntutan yang konsisten dari penguasa Pakistan terhadap India agar menghormati resolusi internasional untuk membiarkan Kashmir memiliki hak menentukan nasibnya sendiri. India pun menolak semua bentuk resolusi. Sejak pertemuan di Camp David di tahun 2004, bekas jenderal Pervez Musharaf meninggalkan semua prasyarat. Ia memilih berunding dengan India untuk membagi Kashmir di antara mereka. Kebijakan tradisional menuntut seluruh Kashmir ke Pakistan sehingga seluruh Jammu menjadi bebas dari India. Namun, Musharaf Sang Antek Amerika ingin memuaskan majikan Amerikanya dengan mengkriminalkan grup perlawanan Kashmir, melonggarkan keberadaan militer Pakistan di perbatasan, dan mempromosikan budaya damai antara warga Pakistan dan India.
 Amerika sendiri memiliki sejarah panjang dalam kegagalannya menembus India, yang dikontrol oleh Inggris dan Partai Konggres yang pro-Inggris. Jatuhnya Uni Soviet memberikan kesempatan bagi Amerika dan Pakistan untuk memberikan peran regional bagi India. Dengan demikian, pengaruh Cina di wilayah itu pun terhambat. Rencana Amerika untuk menyelesaikan Kashmir akan menghilangkan pengaruh Cina untuk mengontrol dua negara nuklir, Pakistan dan India.
 Amerika memulai rencananya dengan keberadaan militer sebagai alat ‘penjaga perdamaian’. Sejak dibantu oleh Musharraf, Amerika meningkatkan profil Vajpayee dan menguatkan Partai BJP. Masalah Kashmir pun mulai dipinggirkan dengan mempromosikan perlu dialog bilateral. Amerika lalu mencari dukungan publik dengan membantu India dalam perangnya melawan terorisme yang disponsori Pakistan. Tekanan pun diberikan kepada militer Pakistan untuk melawan terorisme. Amerika lalu bermitra strategis dengan India dalam bidang militer dan ekonomi untuk menguasai India itu sendiri. Namun rencana ini gagal ketika Vajpayee dan Partai BJPnya kalah dalam pemilu 2004. Bangkitnya kembali Partai Konggres diikuti terbitnya dokumen politik, yang berbunyi, “Sayangnya, negara besar seperti India sempat dikerdilkan agar cukup menjadi pengikut Amerika .. Ini adalah akibat kebijakan buruk pemerintahan BJP yang lalu, yang cenderung mengikuti kemauan Amerika dalam hal politik luar negeri dan keamanan dalam negeri… Partai Konggres akan merubah haluan kebijakan ke arah yang baru.. …”
 Amerika telah berusaha, namun gagal, memulai kembali pembicaraan antara India dan Pakistan. Usaha Amerika meningkat setelah kalahnya BJP yang Pro Amerika, dan menangnya popularitas Partai Konggres di pemilu 2009.
 Pemulihan pembicaraan dengan Pakistan memiliki prasyarat yaitu menghapus yang disebut ‘camp terorrists’. Ini merupakan isu kompleks bagi Amerika.
 Ini dikonfirmasi oleh pernyataan perdana menteri India di tahun 2009 pada KTT Puncak Organisasi Kerjasama ShangHai di mana ia menyerukan kepada Presiden Pakistan Zardari agar tidak membiarkan teroris untuk beroperasi di Pakistan.
 Menteri Dalam Negeri India secara tegas menyatakan “Di dalam Pakistan ada kelompok yang mendukung pemberontak untuk menciptakan kerusuhan di seluruh India, tidak hanya di Kashmir …”
 Sikap India yang keras kepala berarti usaha Amerika meningkat untuk meyakinkan India agar mempermudah Pakistan mengurangi pasukannya di perbatasan yang lebih mudah untuk dikendalikan.
 Amerika pun terus menekan Pakistan, sehingga jika perundingan gagal, pengumuman gencatan senjata di Kashmir akan memiliki efek yang diinginkan yaitu penempatan pasukan Pakistan di perbatasan Afghanistan
 Inilah situasi Kashmir sekarang; Wilayah muslim telah dijajah sumber dayanya oleh kekuatan Barat dengan antek-anteknya.
A.Sikap Hizbut Tahrir mengenai solusi Kashmir adalah
 Menetapkan hukum Jihad untuk membebaskan Kashmir dari pendudukan India dan mengembalikan keamanannya di tangan muslim, tanpa lagi memperhatikan resolusi PBB, intervensi internasional, ataupun negosiasi yang tidak berguna.
 Pakistan sendiri mampu untuk bertempur menghadapi India dengan nuklirnya dan angkatan bersenjatanya yang menduduki peringkat ke tujuh di dunia, dan populasi pemudanya yang ingin berjuang demi Islam.
 Hal ini akan memudahkan untuk merekrut jutaan sukarelawan untuk berperang di jalan Allah membela wanita dan anak-anak.
 Di samping kekuatan muslim Pakistan, kita bisa tambahkan kekuatan muslim Bangladesh, Kashmir, dan juga dari India, akan membuat India kacau balau
 Solusi ini tidak akan mungkin dicapai kecuali dengan mencabut rezim Pakistan yang korup dengan menegakkan Khilafah yang akan menyatukan kembali Pakistan dalam ideologi Islam dan membela darah muslim, yang selama ini tumpah untuk memenuhi hasrat Amerika dan India
 Rezim Pakistan telah membuktikan dirinya sebagai antek Amerika, melupakan isu Kashmir, meninggalkan warganya, menganggap mujahidin sebagai teroris, mengejar dan mengadilinya sebagaimana diinginkan oleh Amerika..
 Maka adalah penting untuk mengganti rezim ini dengan Khilafah yang berdedikasi untuk Allah dan umat Islam untuk melawan India.
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَنْبَأَنَا هُشَيْمٌ قَالَ حَدَّثَنَا سَيَّارٌ أَبُو الْحَكَمِ عَنْ جَبْرِ بْنِ عَبِيدَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ :وَعَدَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ الْهِنْدِ فَإِنْ أَدْرَكْتُهَا أُنْفِقْ فِيهَا نَفْسِي وَمَالِي وَإِنْ قُتِلْتُ كُنْتُ أَفْضَلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ رَجَعْتُ فَأَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ الْمُحَرَّرُ
Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid, ia berkata; telah memberitakan kepada kami Husyaim, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sayyar Abu Al Hakam dari Jabar bin ‘Ubaidah dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjanjikan kepada kami untuk memerangi India, apabila peperang tersebut mendapati diriku maka akan saya infakkan jiwa dan hartaku padanya. Sehingga apabila saya terbunuh maka saya adalah orang syahid yang paling utama, dan apabila saya kembali maka saya adalah Abu Hurairah yang dimerdekakan. (HR. an-Nasaa’i)
 Inilah pandangan Hizbut Tahrir tentang Kashmir yang hanya memiliki satu solusi yaitu membebaskannya dari kekuasan Hindu, karena Kashimr adalah wilayah Islam yang harus dikembalikan ke tangan muslim.
 Hizbut Tahrir menyerukan Pakistan agar tetap mendukung saudaranya di Kashmir.
 Inilah solusi Islam, tidak hanya menyelesaikan Kashmir tetapi juga Palestina dan wilayah lain. Allah SWT berfirman:
{فَمَنِ اعتَدىٰ عَلَيكُم فَاعتَدوا عَلَيهِ بِمِثلِ مَا اعتَدىٰ عَلَيكُم ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ مَعَ المُتَّقينَ}
Barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. (Al-Baqarah: 194)
وَأَخرِجوهُم مِن حَيثُ أَخرَجوكُم
Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (Al-Baqarah: 191)
{وَقٰتِلُوا المُشرِكينَ كافَّةً كَما يُقٰتِلونَكُم كافَّةً ۚ وَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ مَعَ المُتَّقينَ }
dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(At-Taubah: 36)
{فَاللَّهُ يَحكُمُ بَينَكُم يَومَ القِيٰمَةِ ۗ وَلَن يَجعَلَ اللَّهُ لِلكٰفِرينَ عَلَى المُؤمِنينَ سَبيلًا}
Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (An-Nisa: 141)

Permasalahan Kaum Muslim di Asia Barat dan Tengah
Bagian Keempat
Permasalahan Kaum Muslim di Asia Barat dan Tengah
(Turki “Siprus”, Kaukasus, Turkistan Timur)
A. Masalah Siprus
1. Siprus merupakan semenanjung islami yang dibebaskan oleh kaum Muslim pada masa Khalifah Rasyid yang ketiga sayiduna Utsman bin Affan ra. pada tahun 28 H. Salibis Inggris datang pada tahun 1191 M dan menduduki Siprus selama perang salib. Kaum Muslim membebaskannya kembali dari cengkeraman Inggris dikemudian hari… Inggris paham akan nilai strategis Siprus sejak tahun itu untuk menjadikannya sebagai pangkalan titik tolak menyerang negeri-negeri Islam, menduduki, menjajahnya, dan menjadikan pengaruhnya bercokol di sana. Karena itu Inggris mengelabui Daulah Utsmaniyah pada tahun 1878 dengan dalih menghadapi Rusia, sehingga bisa menyewa pangkalan di Siprus. Inggris mendeklarasikan pendudukannya atas Siprus saat meletus perang dunia pertama tahun 1914. Mereka memperoleh pengakuan atas kekuasaannya di Siprus dari pemerintahan Kemal Ataturk, boneka Inggris, dalam putaran final perjanjian Lausanne pada tanggal 24 Juli 1924 M.
2. Inggris mulai mendorong etnis Yunani Nashrani agar bermigrasi ke Siprus untuk merubahnya menjadi semenanjung yang mayoritasnya non Muslim. Inggris membuat undang-undang yang berkaitan dengan masalah kependudukan di sana sehingga kosong dari kaum Muslim etnis Turki atau melemahkan eksistensi dan kekuatan mereka di sana. Hal itu dilakukan dengan menetapkan syarat siapa saja yang berkewarganegaraan Turki diharamkan dari kewarganegaraan Inggris dan berikutnya tidak boleh tinggal di Siprus. Di samping Inggris memberi kemungkinan kepada orang Siprus etnis Yunani untuk memerintah semenanjung dan mengontrol nasib kaum Muslim. Karena itu jumlah pemeluk Nasharani di Siprus yang berasal dari luar makin meningkat, sementara jumlah penduduk asli yang Muslim makin berkurang. Inggris mengokohkan eksistensinya di Siprus dengan membangun dua pangkalan militer di sana.
3. Kaum neo salibis dari Amerika paham akan urgensi Siprus, sehingga mereka mulai berupaya mengambilnya dari tangan Inggris. Mereka memicu kekacauan di semenanjung melalui gerakan nasionalisme Yunani yang bermula pada tahun 1955. Tahun itu dianggap sebagai awal pertarungan Amerika dan Inggris di semenanjung.
4. Untuk menghadapai orang-orang Amerika, pada tahun 1959, Inggris menyelenggarakan Konferensi Zurich antara Turki dan Yunani untuk memberi kemerdekaan resmi kepada Siprus agar terealisasi riil pada tahun 1960 dengan ketentuan keduanya, yakni Turki dan Yunani, menjadi negara yang menjamin kemerdekaan Siprus. Dengan begitu Inggris bisa mengokohkan eksistensinya secara politik dan militer secara resmi dengan pengakuan dari Turki dan Yunani bahwa Inggris adalah negara yang menjamin keamanan dan kemerdekaan Siprus bersama keduanya. Kemudian Siprus dimasukkan ke dalam Commenwealth Inggris pada tahun yang sama sebagai negara mereka secara formal, dan secara riil tunduk kepada Inggris.
5. Pada tahun 1963 kaum nasionalis etnis Yunani dengan digerakkan oleh Amerika di bawah slogan “Enosis” menyerukan penggabungan semenanjung ke Yunani dan menghidupkan kembali kekaisaran Yunani. Mereka mengancam kaum Muslim keturunan Turki. Maka Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk mengirimkan kekuatan internasional atas nama menjaga perdamaian di semenanjung.
6. Pada tahun 1974 orang-orang Amerika mengatur sebuah kudeta di semenanjung oleh orang-orang nasionalis keturunan Yunani yang menyerukan pengeluaran Inggris dari semenanjung dan menggabungkan semenanjung ke Yunani. Kudeta itu berhasil menggulingkan antek Inggris, Makorios. Pasca kudeta itu, antek Inggris, perdana menteri Turki, Bulant Ecevit, pergi ke Inggris untuk mendapat pengarahan bagaimana tindakan Turki terhadap kudeta itu. Maka Inggris menyarankan agar Ecevit mengirimkan pasukan Turki ke Siprus hingga tercipta kondisi baru dengan adanya kekuatan lain di semenanjung untuk menghalangi seruan pengeluaran kekuatan Inggris dari semenanjung. Dengan begitu pangkalan militernya di Siprus akan terjaga.
7. Pasca kudeta dan intervensi Turki secara militer di Siprus pada tahun 1974, semenanjung terbagi menjadi dua bagian. Etnis Turki di utara semenanjung pada tahun 1983 mendeklarasikan Republik Turki Siprus Utara (the Turkish Republic of Northern Cyprus). Dan bagian selatan tetap berada di bawah kontrol etnis Siprus keturunan Yunani.
8. Maka pergolakan di semenanjung pun terus berlanjut. Pergolakan itu diatur oleh Amerika di satu sisi dan Inggris di sisi yang lain… menggunakan alat-alat regional, Yunani dan Turki, bersama dengan alat-alat lokal di Siprus selatan dan utara… Tidak ada satu pihak pun yang bisa memaksakan solusi atau untuk mencapai solusi bersama pihak lainnya.
9. Situasi politik di Turki dan Siprus mengalami perubahan di awal abad ke-21. Pada pemilu tanggal 3 November 2002 M, Partai Keadilan yang loyal kepada Amerika berhasil meraih kemenangan di Turki. Erdogan membentuk pemerintahan yang loyal kepada Amerika. Itu merupakan kesempatan yang tepat bagi Amerika untuk menyodorkan solusinya bagi penyelesaian masalah Siprus dengan sebutan “Rencana Annan -Annan Plan-” menggunakan nama sekretaris jenderal PBB yang dibelakangnya adalah Amerika. Rencana itu disodorkan kepada pihak-pihak di Siprus pada tanggal 11 November 2002, artinya hanya seminggu setelah kemenangan Erdogan! Hanya saja, Denktash, presiden republik Siprus ketika itu loyal kepada Inggris seperti pemerintah sebelumnya di Turki, dan dia memiliki dukungan di militer Turki. Denktash dengan kuat menolak Rencana Annan. Jadilah Inggris berhasil meletakkan hambatan yang menghalangi implementasi rencana itu dengan alasan penolakan presiden Republik Siprus Utara. Akhirnya rencana itu tertunda dari satu waktu ke waktu yang lain… sampai berlangsung pemilu Siprus pada tanggal 14 Desember 2003. Prosentasi perolehan suara Partainya Denktash menurun drastis dari perolehan suara pada pemilu sebelumnya. Bintang Mehmet Ali Talat, yang partainya berhasil meraih prosentase suara besar pun mulai bersinar cemerlang. Hal itu memaksa presiden Denktash berkoalisi dengan Mehmet Ali Talat dalam membentuk pemerintahan. Mehmet Ali Talat dikenal loyalitasnya kepada Amerika. Hal itu mendorong Amerika memanfaatkan kesempatan dan menentukan tanggal baru untuk mendiskusikan Rencana Annan pada Maret 2004.
10. Isi Rencana Annan yang paling menonjol adalah rencana penyatuan semenanjung dengan sistem federal di mana semenanjung itu bersatu di bawah dua pemerintahan dan memiliki presidium yang terdiri dari enam anggota, empat orang etnis Yunani dan 2 orang etnis Turki untuk jangka waktu 60 bulan atau lima tahun. Kedua pihak bergantian menduduki posisi pimpinan. Hanya saja, etnis Yunani memimpin selama 40 bulan dan etnis Turki memimpin selama 20 bulan. Etnis Turki juga harus melepaskan 7 % wilayah yang dikuasainya di Siprus, dari 36 % turun menjadi 29 %. Setelah lima tahun masa federasi, etnis Yunani diizinkan untuk tinggal di bagian utara. Rencana itu mulai diimplementasikan setelah dilangsungkan referendum di kedua bagian.
11. Reaksi riil terhadap rencana tersebut datang dari Inggris yang menolaknya melalui antek-anteknya di Siprus. Presiden Siprus di utara, Rauf Denktash, sebagai agen Inggris menyatakan penolakan itu dan dia menyerukan kepada orang Siprus keturunan Turki untuk menolaknya. Sementara perdana menteri Turki, Erdogan dalam kapasitas sebagai antek Amerika menyerukan agar menerimanya. Pada saat itu terjadilah pergolakan terbuka di antara keduanya; sampai ketika Denktash tiba di Ankara dan menjalin kontak dengan militer Turki dan meminta bantuannya menentang Erdogan… Akan tetapi hal itu tidak berhasil karena pemerintah di Turki, pemerintahan Erdogan, loyal kepada Amerika. Begitu pula perdana menteri di Siprus Turki Mehmet Ali Talat juga loyal kepada Amerika. Mereka menolak apa yang disodorkan oleh Denktash… Meski demikian… Amerika tidak mampu menyukseskan rencananya di dalam referendum yang dilangsungkan pada tanggal 24 Maret 2004 karena Inggris dan antek-anteknya membangkitkan ambisi nasionalisme dalam diri etnis Yunani, bahwa mereka memiliki hak untuk mengontrol seluruh Siprus dan sebaliknya etnis Turki tidak berhak untuk itu. Bahkan etnis Turki itu harus berada di bawah pemerintahan mereka sebagai pihak minoritas atau bermigrasi ke Turki… Begitulah hasil referendum menentang rencana Annan. Inggris berhasil menggagalkan rencana Amerika yang disodorkan atas nama Annan!
12. Inggris juga meraih sukses lainnya menggoyang pemerintahan Erdogan. Inggris berhasil mempengaruhi Uni Eropa untuk menerima Siprus Yunani dalam keanggotaan Uni Eropa tanpa menunggu terwujudnya solusi di semenanjung sebagaimana yang dilakukan oleh Amerika terhadap pemerintahan Erdogan. Kemudian masuknya Siprus Yunani menjadi anggota Uni Eropa itu dijadikan alat untuk menaikkan posisi tawar dan untuk menekan pemerintahan Erdogan karena penggabungan Turki ke dalam Uni Eropa memerlukan persetujuan negara-negara anggota termasuk Siprus Yunani! Kemudian situasi yang ada makin rumit dengan jatuhnya Mehmet Ali Talat yang loyal kepada Amerika dan pemerintahan Erdogan. Hal itu terjadi pada pemilu terakhir pada tanggal 18 April 2010 yang berlangsung di Siprus Utara . Darwis R Oglu yang dikenal loyalitasnya kepada Inggris dan lembaga militer di Turki, berhasil meraih kemenangan. Hal itu membuat peluang bagi suksesnya rencana-rencana Amerika di Siprus makin menurun. Terlebih lagi pemerintahan saat ini di Siprus Yunani yaitu pemerintahan Demetris Christofias adalah loyal kepada Inggris. Merekalah yang mengerahkan segenap daya upaya meyakinkan Uni Eropa untuk menerima pemerintah Siprus Yunani di dalam keanggotaan Uni Eropa.
Inilah permasalahan Siprus. Inilah sisi-sisi pergolakan sengit antara Amerika dan Inggris untuk mengambil manfaat dari posisi penting Siprus yang menghadap ke Asia dan Timur Tengah.
Adapun sikap Hizbut Tahrir, maka adalah sikap yang diwajibkan oleh Islam. Yaitu bahwa Siprus adalah tanah islami yang diduduki yang wajib dikembalikan ke dalam pangkuan Islam. Maka pemerintah Turki harus berjuang dengan kemampuan maksimal untuk mengembalikan Siprus ke dalam pangkuan kedaulatan islamiyah dan menggabungkannya ke Turki. Akan tetapi mereka tidak melakukan itu, sebaliknya malah berkonspirasi, pasrah dan menyerahkan Siprus kepada KTT yang menyenangkan Inggris pasca Perang Dunia Pertama. Yaitu ketika mereka loyal kepada Inggris. Hingga ketika loyalitas pemerintah Turki sudah berubah ke Amerika sebagaimana sekarang, mereka terus menempuh jalan yang sama dalam memperlakukan Siprus dengan tidak membahas pengembaliannya ke pangkuan ibu pertiwi Turki. Mereka justru tetap mempertahankan Siprus terpisah dari Turki baik dibagi menjadi dua bagian dengan dua kekuasaan, ataupun tetap berada di bawah satu kekuasaan menurut kepentingan pihak yang berseteru. Sedangkan pengembaliannya sebagaimana dahulu menjadi bagian dari Turki, dan itulah yang pokok, maka itu adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh pemerintah Turki baik mereka menjadi pengikut Inggris ataupun pengikut Amerika.
Penting untuk disebutkan di sini, bahwa solusi masalah Siprus sudah jelas, bukanlah perkara yang susah. Sebaliknya masalah itu mampu mereka lakukan atas izin Allah SWT. Yaitu kaum Muslim di Turki harus menekan negara untuk melakukan kewajibannya menggabungkan bagian utara semenanjung ke Turki. Bagian utara itu secara riil berada di bawah kekuasaan etnis Turki dan keamanan mereka, karena dikawal oleh lebih dari 30.000 tentara Turki. Kemudian kaum Muslim Turki harus memaksa negara untuk menghapuskan apa yang disebut Republik Utara Siprus dan menarik pengakuan mereka sebagai negara terpisah dan mendeklarasikan penggabungannya secara resmi ke Turki… Setelah itu, dari sana bertolak untuk membebaskan bagian selatan yang berada di bawah pendudukan Yunani dan menggabungkannya ke Turki. Dengan begitu, sebagaimana dahulu, Siprus secara keseluruhan kembali ke induknya.
Sedangkan jika rezim Turki menolak untuk memobilisasi tentara guna melaksanakan kewajiban itu, maka hal itu wajib diingkari dengan keras dan dirubah serta ditegakkan Daulah Khilafah yang akan bertolak dengan segala kekuatan untuk menunaikan kewajiban tersebut dan mengembalikan Siprus ke induknya dahulu sebagai bagian dari Dar al-Islam dan berlindung di bawah panji Khilafah sejak dibebaskan pada tahun 28 H/649 M sampai Inggris menggabungkannya pasca PD I, kemudian Kemal Ataturk menyetujui penggabungan itu setelah ia melakukan kejahatan terbesar menghapus Khilafah. Terhadapnya layak ditimpakan firman Allah SWT:
{سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ}
Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya. (QS al-An’am [6]: 124)
Solusi ini adalah solusi yang sahih bagi permasalahan Siprus. Sikap ini adalah sikap yang diwajibkan Islam. Solusi apapun selain solusi ini adalah laksana debu di atas batu, yang dengan mudah lenyap terbawa air atau tertiup angin sepoi-sepoi!
B. Kaukasus
Kaukasus atau Qafqas adalah kawasan yang berada di antara laut Kaspia di timur dan laut Hitam di barat. Kawasan itu merupakan kawasan pegunungan yang membentang antara Rusia di utara dan Turki serta Iran di selatan. Kawasan Kaukasus terbagi menjadi dua bagian:
1. Kaukasus Utara: meliputi republik (propinsi) yang saat ini berada di bawah Rusia yaitu: Chechnya, Dagestan, Ingusetia, dan kawasan Circassia.
2. Kausasus Selatan: meliputi republik independen yang merdeka dari Uni Soviet sebelumnya yaitu tiga republik: Georgia, Armenia dan, Azerbaijan.
Bumi Kaukasaus sangat kaya akan minyak dan gas alam, khususnya Azerbaijan. Juga kaya akan barang tambang seperti besi, mangan, tembaga, timbal, seng, dan tungsten.
Futuhat kawasan itu sudah mulai dilakukan pada masa sangat awal yaitu pada masa Khalifah Rasyid kedua sayiduna Umar ibn al-Khaththab ra. Panglima Suraqah ibn Amru membebaskan Azerbaijan pada tahun 22 Hijriyah. Sedangkan pada masa khalifah Utsman ibn Affan ra., Georgia dan Armenia dibebaskan.
Kawasan Kaukasus tetap menjadi bagian khilafah pada masa khilafah Umayyah dan Abbasiyah. Akan tetapi melemahnya Daulah Abbasiyah dan jatuhnya Baghdad di tangan Tatar (Mongol) menyebabkan hilangnya pemerintahan Islam di Kaukasus. Namun keislaman beberapa suku Mongol dan kepemimpinan yang ada di tangan penduduk Kaukasus Mongol, mengantarkan pada berdirinya pemerintahan islami pada abad ketiga belas Masehi, yaitu Negara Tatar (Mongol). Negara ini menjadi kuat dan meluas ke selatan hingga meliputi kawasan Kaukasus. Kekuasaan mereka meluas sampai ke kawasan di sekitar Kaukasus. Seiring dengan berdirinya negara Rusia dan bersatunya kepemimpinan Kristen Ortodoks menyebabkan terjadinya pergolakan dengan negara Tatar yang Muslim berlangsung selama dua abad. Pergolakan itu berakhir dengan hilangnya negara Tatar, ibukotanya yaitu Kazan hancur dan Rusia melakukan perang penghapusan eksistensi keislaman di di jantung Rusia. Pada waktu itu Daulah Utsmaniyah segera membantu kaum Muslim Kaukasus dan terjun ke dalam kancah peperangan melawan Rusia untuk mengembalikan kawasan Kaukasus. Hasil dari peperangan itu adalah Daulah Utsmaniyah berhasil menancapkan kontrolnya atas Kaukasus secara umum.
Sebagian besar kawasan Kaukasus baik utara maupun selatan tetap berada di bawah kekuasaan Islam yang silih berganti hingga tahun 1722 M. Pada tahun itu Rusia menginvasi Kaukasus pada masa kekaisaran Peter yang Agung (Peter “The Great”). Invasi Rusia itu terjadi bersamaan waktunya dengan awal kelemahan Daulah Khilafah Utsmaniyah.
Penduduk Kaukasus melawan invasi Rusia terhadap tanah-tanah mereka. Imam Manshur bangkit memerangi Rusia selama dua tahun 1789 dan 1791 M sampai akhirnya menjadi tawanan pada tahun 1793 dan wafat di penjara Schlesberg Rusia.
Setelah itu panji jihad melawan Rusia diusung oleh dua orang imam yaitu Imam Ghazi Mola Muhammad dan imam Hamzat antara tahun 1824 dan 1832.
Kemudian pada tahun 1839 M seluruh suku utara Kaukasus bergabung untuk memerangi Rusia di bawah kepemimpinan imam Shamil selama 25 tahun. Rusia berhasil mengontrol sepenuhnya atas utara Kaukasus pada tahun 1859 seiring berakhirnya Revolusi imam Shamil.
Setelah Rusia mengokohkan pengaruhnya di kaukasus, bangsa-bangsa Circassia bangkit melawan Rusia antara tahun 1862 dan tahun 1864 M. Setelah tahun itu, Rusia berhasil meluaskan kontrol mereka secara penuh atas seluruh kawasan Kaukasus utara.
Perlawanan Kaukasus pada waktu itu mendapat bantuan dari Daulah Utsmaniyah di tengah kelemahan Daulah Utsmaniyah pada akhir hidupnya. Namun setelah runtuhnya Daulah Utsmaniyah penguasa Ankara di bawah kepemimpinan Mushtafa Kemal menarik diri dari kawasan Kaukasus untuk kemenangan Rusia komunis. Dan berikutnya masalahnya bagi kaum Muslim makin keras. Meski demikian, perlawanan Kaukasus tidak reda sama sekali. Syaikh Chita Astamleon memimpin revolusi gerakan Qadiri menentang negara Soviet komunis antara tahun 1928 dan tahun 1930 M.
Perlawanan Chechnya tampak menonjol di antara perlawanan Kaukasus secara menyolok. Tampil para ulama dan mujahid yang mampu memimpin penduduk Chechnya dalam suatu komando jihadi yang sukses menjadikan mereka memberikan pengorbanan yang agung, menggetarkan singgasana Kaisar Rusia yang mencengkeram pemerintahan selama dua abad, abad ke-18 dan ke-19.
Pada masa komunisme, kejahatan terhadap kaum Muslim makin intensif. Masjid-masjid dihancurkan, pengajaran keagamaan dihapuskan, dan ide komunisme dan ateisme dipaksakan kepada masyarakat. Meski semua itu, orang-orang Chechnya tetap kuat dalam melakukan jihad mereka, dalam ketegaran dan kemuliaan mereka dengan agama.
Kemudian, Stalin pada akhir Perang Dunia kedua tahun 1945 mengasingkan seluruh penduduk Chechnya ke Siberia dan Kazakhstan. Separo dari mereka, sekitar 1.200.000 jiwa meninggal dunia. Mereka terus berada di pengasingan hingga tahun 1957 ketika mereka diizinkan untuk kembali ke tempat asal mereka.
Setelah Uni Soviet hancur menjadi lima belas republik pada tahun 1991, negeri-negeri Kaukasus tetap menempel pada Republik Federasi Rusia. Chechnya di bawah pimpinan Johar Dudayev pada tahun 1992 mengumumkan berdirinya negara merdeka untuk bangsa Chechnya. Rusia menolak memberi pengakuan kepada negara baru itu. Kemudian Rusia melancarkan perang terhadap Chechnya pada tahun 1995. Dudayev

This entry was posted in kelas KPI 1A. Bookmark the permalink.