Hubungan Ilmu Kalam dengan Ilmu yang Lain,klp 2,1/KPI b

Hubungan Ilmu Kalam dengan Ilmu yang Lain
Makalah
Diajukan Untuk Menyelesaikan Tugas Mata Kuliah
Ilmu Kalam

Nama kelompok:
Lailatul Maghfiroh B31210043
Fauziyah Rahmawati B31210046
Garsetya Rio Samudra B01210061
Roqib B01210062
Dosen Pengajar :
Drs. Masduqi Affandi, M.Pd.I
FAKULTAS DAKWAH
JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2010

KATA PENGANTAR
بسم١ﷲ١لرحمن١لرحيم
Dengan memanjatkan rasa puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat dan karunia, sehingga kami tidak merasa kekurangan sedikitpun, senantiasa menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen kami yang bernama Drs. Masduqi Affandi, M.Pd.I dengan mata kuliah Ilmu Kalam,yang selalu membimbing kami, memberikan sedikit ilmunya sehingga bisa mengerjakan makalah,dan semoga bisa bermanfaat.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih, kami membutuhkan saran dan kritik dari teman-teman agar bisa menjadikan makalah ini dengan sempurna.

PENYUSUN

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ilmu kalam adalah ilmu yang membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan logika atau filsafat. Secara teoritis aliran salaf tidak dapat dimasukkan ke dalam aliran ilmu kalam, karena aliran ini tidak menggunakan argumentasi filsafat dan logika. Sumber-sumber ilmu kalam yakni al-qur’an, hadits, pemikiran manusia, dan insting. Di dalamnya terdapat berbagai aliran yang pada dasarnya merupakan upaya memahami kerangka berfikir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kalam. Ilmu kalam memiliki berbagai hubungan dengan ilmu-ilmu yang lainnya, seperti filsafat dan tasawuf, baik dalam persamaan, perbedaan maupun titik singgungnya.
Rumusan Masalah
1. Apakah titik persamaan ilmu kalam dengan ilmu yang lainnya?
2. Apakah titik perbedaan ilmu kalam dengan ilmu yang lainnya?
3. Apakah titik singgung antara ilmu kalam dengan ilmu yang lainnya?
Tujuan dan Manfaat
Tujuan pembahasan makalah ini secara umum adalah untuk dapat mengetahui apa saja hubungan ilmu kalam dengan ilmu-ilmu lainnya, seperti tasawuf dan filsafat serta lebih memudahkan kita untuk mempelajari hubungan ilmu kalam dengan ilmu-ilmu yang lainnya sehingga dalam proses mempelajarinya kita tidak mengalami kesulitan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Titik Persamaan
Ilmu kalam, filsafat dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian. Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan-NYA. Objek kajian filsafat masalah ketuhanan disamping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Menurut Plato, objek filsafat adalah menemukan kenyataan atau kebenaran mutlak, keduanya biasa dikenal dengan istilah dialektika. Sementara itu objek kajian tasawuf adalah tuhan, yakni upaya pendekatan terhadap Tuhan. Jelas terlihat disini bahwa ketiganya membahas masalah yang berkaitan dengan ketuhanan. Argumentasi filsafat sebagai ilmu kalam dibangun berdasarkan logika dan hasil kajiannya bersifat dugaan yang tidak dapat dibuktikan secara riset (spekulatif).
Ilmu kalam, filsafat maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama. Ilmu kalam dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang tuhan dan yang berkaitan dengan-NYA. Filsafat dengan wataknya sendiri pula berusaha menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun manusia atau tentang Tuhan. Sedangkan tasawuf juga dengan metode tipikalnya berusaha menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan perjalanan spiritual menuju Tuhan. Setelah abad ke-6 Hijriah terjadi percampuran antara filsafat dengan ilmu kalam, sehingga ilmu kalam menelan filsafat secara mentah-mentah dan dituangkan dalam berbagai bukti dengan mana Ilmu Tauhid. Yaitu pembahasan problema ilmu kalam dengan menekankan penggunaan semantic (logika) Aristoteles sebagai metode, sama dengan metode yang ditempuh para filosof. Kendatipun Ilmu Kalam tetap menjadikan nash-nash agama sebagai sumber pokok, tetapi dalam kenyataannya penggunaan dalil naqli yang tampak pada perbincangan mutakalimin. Atas dasar itulah sejumlah pakar memasukkan Ilmu Kalam dalam lingkup Filsafat Islam.

B. Titik Perbedaan
Selain memiliki persamaan, ketiga ilmu itu juga memiliki perbedaan yang terletak pada aspek pendekatannya. Ilmu kalam menggunakan logika, serta argumentasi. Argumentasi naqliyah yang berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama, yang sangat tampak nilai-nilai kebenarannya. Sebagai sebuah dialog keagamaan, ilmu kalam berisi keyakinan-keyakinan kebenaran agama yang dipertahankan melalui argument-argument rasional, sebagian ilmuwan mengatakan bahwa ilmu ini berisi pengalaman keagamaan yang dijelaskan dengan pendekatan rasional.
Sementara itu filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Metode yang digunakannya pun adalah metode rasional. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara mengakar, menyeluruh, dan mengalam. Tidak merasa terikat oleh apapun, kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang bernama logika, kebenaran yang dihasilkan oleh kerja logika maka di dalam filsafat dikenal apa yang disebut kebenaran korespondensi. Dalam pandangan korespondensi kebenaran adalah persesuaian antara pernyataan fakta dan data itu sendiri.
Disamping itu juga dikenal kebenaran koherensi, yaitu kesesuaian antara suatu pertimbangan baru dan suatu pertimbangan yang telah diakui kebenarannya secara umum dan permanen. Jadi, kebenaran dianggap tidak benar kalau tidak sesuai dengan kebenaran yang dianggap benar oleh ulama’umum.
Selain itu ada juga kebenaran pragmatik yaitu sesuatu akan dianggap tidak benar kalau tidak tampak manfaatnya secara nyata dan sulit untuk dikerjakan. Adapun ilmu tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan rasa daripada rasio, oleh sebab itu filsafat dan tasawuf sangat distingtif (khusus dan bersifat membedakan). Ilmu tasawuf bersifat sangat subjektif, yakni sangat berkaitan dengan pengalaman seseorang. Itulah sebabnya bahasa tasawuf sering tampak aneh bila dilihat dari aspek rasio.
Pengalaman rasa lebih mudah dirasakan langsung oleh orang yang ingin memperoleh kebenarannya dan mudah digambarkan dengan bahasa lambang, sehingga sangat dapat diinterpretasikan (ditafsirkan) bermacam-macam.
Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu adalah intuisi atau ilham, atau juga inspirasi yang datang dari Tuhan. Kebenaran yang dihasilkan ilmu tasawuf dikenal dengan istilah kebenaran yaitu suatu kebenaran yang objeknya datang dari Tuhan. Kebenaran yang dihasilkan ilmu tasawuf dikenal dengan istilah kebenaran yaitu suatu kebenaran yang objeknya datang dari dalam diri subjek sendiri. Itulah sebabnya dalam sains dikenal dengan istilah objeknya swa atau tidak objek.
Di dalam pertumbuhannya, ilmu kalam berkembang menjadi teologi rasional dan tradisional. Filsafat berkembang menjadi sains dan filsafat sendiri, sains berkembang menjadi sains kealaman, sosial dan humaniora. Sedangkan filsafat berkembang lagi menjadi filsafat klasik pertengahan dan filsafat modern. Tasawuf selanjutnya berkembang menjadi tasawuf praktis dan teoritis.
Sedangkan orang memandang ketiga ilmu itu memiliki jenjang tertentu, jenjang pertama adalah ilmu kalam, filsafat, dan ilmu tasawuf. Oleh sebab itu, merupakan suatu kekeliruan apabila dialetika kefilsafatan atau tasawuf tasawuf teoritis diperkenalkan kepada masyarakat awam karena akan berdampak pada terjadinya lompatan pemikiran.

C. Titik Singgung antara Ilmu Kalam dan Ilmu Tasawuf
Ilmu kalam merupakan disiplin ilmu keislaman yang mengedepankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam Tuhan. Persoalan-persoalan ini biasanya mengarah pada perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baik aqliyah maupun naqiyah. Tanpa argumentasi rasional, ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk sendiri dengan istilah ilmu tauhid atau aqa’id.
Pada ilmu kalam ditemukan pembahasan iman dan definisinya, kekufuran dan manifestasinya, serta kemunafikan dan batasannya. Adapun pada ilmu tasawuf ditemukan jalan atau metode praktis untuk merasakan keyakinan dan ketentraman, serta upaya menyelamatkan diri dari kemunafikan.
Tidaklah cukup bagi seseorang yang hanya mengetahui batasan-batasannya, karena terkadang manusia yang sudah tua batasannya tetap saja melakukannya.
* ÏMs9$s% Ü>#{ôãF{$# $¨YtB#uä ( @è% öN©9 (#qãZÏB÷sè? `Å3»s9ur (#þqä9qè% $oYôJn=ó™r& $£Js9ur È@äzô‰tƒ ß`»yJƒM}$# ’Îû öNä3Î/qè=è% ( bÎ)ur (#qãè‹ÏÜè? ©!$# ¼ã&s!qߙu‘ur Ÿw Nä3÷GÎ=tƒ ô`ÏiB öNä3Î=»yJôãr& $º«ø‹x© 4 ¨bÎ) ©!$# ֑qàÿxî îLìÏm§‘ ÇÊÍÈ
“orang-orang arab badui itu berkata “Kami telah beriman” jangan katakan “Kamu belum beriman” tetapi katakanlah “Kami telah berislam (tunduk)” karena kami itu belum masuk ke dalam hatimu”
Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf juga berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam, penghayatan yang mendalam lewat hati terhadap ilmu tauhid atau ilmu kalam menjadikan ilmu ini lebih terhayati atau teraplikasikan dalam perilaku. Dengan demikian, ilmu tasawuf merupakan penyempurnaan ilmu tauhid jika dilihat bahwa ilmu tasawuf merupakan sisi terapan rohaniyah dari ilmu tauhid.
Ilmu kalam pun berfungsi sebagai pengendali ilmu tasawuf, oleh karena itu jika timbul suatu aliran yang bertentangan dengan al-qur’an dan as-sunnah hal itu merupakan penyimpangan. Jika bertentangan atau tidak pernah diriwayatkan dalam al-qur’an dan as-sunnah, atau ulama-ulama salaf maka harus ditolak.
Selain itu, ilmu tasawuf mempunyai menpunyai fungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniah dalam perdebatan-perdebatan kalam. Ilmu kalam harus mengandung muatan yang rasional dan naqliyah, jika tidak diimbangi oleh kesadaran rohaniah, ilmu kalam dapat bergerak kearah yang lebih bebas.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf adalah ilmu yang memiliki hubungan yang erat, baik dalam persamaan dalam objek kajian, perbedaan dalam pemikiran, serta titik singgung antara ketiganya. Dengan ada ketiganya semua persoalan yang berada dalam kajian ilmu tauhid terasa lebih bermakna, tidak kaku, tetapi lebih dinamis.

DAFTAR PUSTAKA
http://wikipedia.com.ilmu kalam
Rozak,Abdul dan Anwar, Rosihon.2000.Ilmu Kalam.Bandung:Pustaka Setia
Ghazali,Adeng Muchtar.2005.Perkembangan Ilmu Kalam Dari Klasik Hingga
Modern.Bandung:Putaka Setia

This entry was posted in kelas 1 j2. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s