penjabaran teori emile durkheim

TEORI EMILE DURKHEIM

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

LOGICA SCIENTIFICA

 

 

 

 

 

 

 

Di susun Oleh :

Rian Johananto (B05210041)

 

 

JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2011

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

 

David Emile Durkheim merupakan salah seorang pemikir sosiologi yangmemiliki beberapa karya besar sepanjang sejarah. Durkheim dilahirkan diÉpinal, Prancis,yang terletak diLorraine pada tanggal (15 April 1858 – 15 November1917). Ia berasal dari keluargaYahudi Prancisyang saleh – ayah dan kakeknyaadalahRabi.Hidup Durkheim sendiri sama sekali sekular. Malah kebanyakan darikaryanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwafenomena keagamaanberasaldari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi. Namun demikian, latar belakangYahudinya membentuk sosiologinya – banyak mahasiswa dan rekan kerjanyaadalah sesama Yahudi, dan seringkali masih berhubungan darah dengannya.Durkheim adalah mahasiswa yang cepat matang. Ia masuk keÉcoleNormale Supérieuepada 1879. Angkatannya adalah salah satu yang palingcemerlang padaabad ke-19dan banyak teman sekelasnya, seperti Jean Jaurès  dan  Henri Bergson kemudian menjadi tokoh besar dalam kehidupan intelektualPrancis. Di ENS, Durkheim belajar di bawahFustel de Coulanges,seorang pakarilmu klasik, yang berpandangan ilmiah sosial. Pada saat yang sama, ia membacakarya-karyaAuguste Comte danHerbertSpencer.Jadi, Durkheim tertarik dengan pendekatan ilmiah terhadap masyarakat sejak awal kariernya. Ini adalah konflikpertama dari banyak konflik lainnya dengansistem akademik Prancis,yang tidakmempunyaikurikulum ilmu social pada saat itu. Durkheim merasailmu-ilmu kemanusiaan tidak menarik. Ia lulus dengan peringkat kedua terakhir dalamangkatannya ketika ia menempuh ujian agrégation– syarat untuk posisi mengajardalam pengajaran umum– dalam ilmu filsafat pada 1882.Minat Durkheim dalamfenomena sosialjuga didorong olehpolitik.

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

TEORI EMILE DURKHEIM

Kelompok Sosial

*. Definisi Kelompok Sosial

Kelompok sosial mengandung pengertian suatu kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi sehingga menumbuhkan perasaan bersama.

 

Berikut ini adalah engertian kelompok sosial dari beberapa ahli.

-Menurut Soerjono Soekanto, kelompo adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.

-Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

-Menurut George Homans, kelompok adalah kumpulan individdu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan secara timbal balik.

Menurut Soerjono Soekanto, suatu himpunan manusia dikatakan kelompok sosial apabila memenuhi persyaratan berikut ini :

-Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia bagian dari kelompok tersebut.

-Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan para anggotanya dalam melaksanakan perannya.

-Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.

-Memiliki kepentingan bersama.

-Adanya interaksi dan komunikasi diantara anggotanya.[1]

 

 

*. Ciri-ciri Kelompok Sosial

Ciri-ciri kelompok sosial tersebut adalah sebagai berikut :

-Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain.

-Memiliki struktur sosial

-Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.

-Memiliki faktor pengikat.

-Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.

Maka kelompok sosial dapat dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu kelompok sosial kecil dan kelompok sosial besar. 

 

*. Proses Pembentukan Kelompok Sosial

1.      Faktor-faktor Pendorong Timbulnya Kelompok Sosial

a.      Dorongan untuk mempertahankan hidup

b.      Dorongan untuk meneruskan keturunan

c.       Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja

 

2.      Dasar Pembentukan Kelompok Sosial

a.      Kesatuan Genealogis atau Faktor Keturunan

b.      Kesatuan Religius

c.       Kesatuan Teritorial (Community)

d.     Kesatuan Kepentingan (Asosiasi)

 

*  Klasifikasi Kelompok Sosial

1.      Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Solidaritas Antara anggota

Istilah ini dipopulerkan oleh seorang sosiolog yang bernama Emile Durkheim.

a.      Solidaritas Mekanik

Solidaritas mekanik adalah solidaritas yang muncul pada masyarakat yang masih sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belujm mengenal adanya pembagian kerja diantara para anggota kelompok.

b.      Solidaritas Organik

Solidaritas organik adalah solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah kompleks dan telah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh saling ketergantungan antaranggota.[2]

 

 

2.      Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Erat Longgarnya Ikatan dalam Kelompok.

Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Ferdinand Tonnies

a.      Gemeinschaft (Paguyuban) Gemeinschaft adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan erat dan intim.

b.      Gesellschaft (Patembayan) Gesellschaft adalah kehidupan publik yang bersifat sementara dan semu.

 

3.      Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Hubungan diantara Para Anggotanya.

a.      Kelompok Primer

Kelompok Primer adalah kelompok sosial yang memiliki hubungan saling mengenal dan memiliki perasaan kebersamaan.

b.      Kelompok Sekunder

Kelompok Sekunder adalah kelompok sosial yang terbentuk karena adanya kepentingan yang sama sehingga kerjasama didasarkan pada hitungan untung rugi.

 

4.      Klasifikasi Kelompok Berdasarkan Sistem Hubungan

a.      Kelompok Formal

Kelompok Formal adalah kelompok yang memiliki sistem hubungan yang sengaja diciptakan,.

b.      Kelompok Informal

Kelompok informal adalah kelmpok yang memiliki hubungan secara pribadi, bersifat erat dan intim.[3]

 

Contoh fenomena solidaritas organic Emile Durkheim

Dalam pandangan Durkheim, masyarakat industri-kota merupakan perwujudan yang paling penuh dari solidaritas organik. Karena masyarakat di sekitar industri pada awalnya adalah masyarakat pedesaan yang memiliki ciri solidaritas mekanik, maka dalam proses perkembangan tersebut, masyarakat di sekitar industri dapat dikatakan masih berada dalam proses menjadi komunitas yang memiliki bentuk solidaritas organik. Komunitas industri-kota memiliki struktur dan fungsi yang khas dengan ciri-ciri yang khas. Dibandingkan dengan kondisi komunitas sebelumnya industri didirikan, komunitas industri-kota ditandai dengan banyak perbedaan. Perbedaan ini, ditimbulkan oleh adanya kesempatan dan kemampuan yang berbeda dari masing-masing individu. Terlebih lagi tuntutan industri membuat individu menspesialisasikan diri pada bidang kegiatan ataupun keahlian tertentu. Walaupun spesialisasi ini, pada masyarakat industri-kota yang masih dalam proses pembentukan belum dirasakan betul berimbas kepada kehidupan sosial mereka.

Contoh fenomena solidaritas mekanik Emile Durkheim

Mekanik contohnya masyarakat bangsa israel dan perkembangan nelayan masyarakat israel misalnya,meskipun mengalami diaspora(perkembangan secara terus menerus)dapat dikatakan sebagai sebuah solidaritas mekanik dantercipta masyarakat israel yang terbentuk dari sebuah kesadaran bersama untuk bangkit setelah mengalami kejadian nolocaurt yang memang hingga saat ini masih dipertanyakan kebenarannya.orang israel yang mengalami nolocaurt pada massa hitler naal ini.alasan mengapa masyarakat ini dikatakan sebagai sebuah masyarakat yang bersolidaritas mekanik selain dari pengalaman emosional yang dirasakan bersama.[4]

 

Daftar Pustaka

 

 

Internet:

http //:Wikipedia.org.co.idAkib, Ronny.2009.

 

 

Dirdjosisworo, Soedjono. 1991.Sosiologi dan Filsafat. Jakarta:Erlangga

 

Akib, Ronny.2009.Pengantar Sosiologi .Pontianak.

 

Sanderson, Stephen K. 1993.Sosiologi  Makro. Jakarrta: Rajawali

 


[1] Soedjono, Dirdjosisworo. (1991.Sosiologi dan Filsafat. Jakarta:Erlangga ) hal 71

 

[2] Soedjono, Dirdjosisworo. (1991.Sosiologi dan Filsafat. Jakarta:Erlangga ) hal 82

Lihat cirri-ciri kelompok social

[3],Ronny.. Akib . (2009.Pengantar Sosiologi .Pontianak) hal 58

Lihat cirri-ciri kelompok social

[4] Stephen K. Sanderson. (1993.Sosiologi  Makro. Jakarrta: Rajawali)

 

This entry was posted in SOS2/ F2. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s