Hubungan ilmu kalam, filsafat, tasawuf

MAKALAH ILMU KALAM

Hubungan Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tassawuf

Dosen pembimbing Drs. Masduki Affandi, M.pd.i

Di susun oleh:

Fitria Ningsih (B07210009)
Izza ummu harisah (B07210004)
Zanu Syarifudin (B07210003)
Dodo arief M (B07210008)
1/i1

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
FAKULTAS DAKWAH
PRODI PSIKOLOGI

KATA PENGANTAR

Dengan rahmad Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Puji syukur terhadap Allah SWT yang telah melimpahkan rahmadNya kepada kami yang telah menyusun makalah tentang ilmu kalam dengan ilmu lainnya.
Makalah ini bertujuan agar pembaca dapat membedakan antara ilmu kalam dengan ilmu filafat. Ilmu tasawuf serta menyinggung ilmu kalam dengan ilmu tasawuf.
Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih terhadap pihak yang telah membantu kami dalam membuat makalah hubungan ilmu kalam dengan ilmu lainnya ini. Kepada bapak Drs. Masduki Affandi, M.pd.i selaku dosen pengajar ilmu kalam.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi nilai mata kuliah studi ilmu Kalam. Kesungguhan kami membuat makalah ini hanya semata – mata untuk pembelajaran agar kelak agar bermanfaat bagi kami dan yang lainnya khususnya bagi para pembaca makalah ini.
Kami akui makalah ini masih kurang baik dan kurang sempurna dimata dosen pembibing kami, mohon dimaklumi karena kami masih dalam proses pembelajaran.
Kami mengharap kritik dan saran dan dosen pembimbing dapn para pembaca , agar kami dapat memperbaiki kesalahan dan kekurangan di dalam pengerjaan makalah ini.

Surabaya,Oktober 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………2
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………………3
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………….5
A. Titik Persamaan…………………………………………………………………………………….5
B. Titik Perbedaan……………………………………………………………………………………..6
C. Titik Singgung………………………………………………………………………………………7
BAB III PENUTUPAN………………………………………………………………………………………….8
Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………………….9

BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Ilmu kalam atau ilmu tauhid adalah suatu ilmu yang membahas tentang wujud Allah sifat-sifat yang wajib tetap padanya. Ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala yang berkaitan dengan Nya. Filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Ilmu tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan pada rasio, oleh karena itu filsafat dan tasawuf sangat distingtif, yang prosesnya diperoleh dan rasa , ilmu tasawuf bersifat sangat subjektif.

II. RUMUSAN MASALAH

• Mengkaji hubungan antara ilmu kalam dengan filsafat.
• Mengkaji hubungan antara ilmu kalam dengan tassawuf.

III. TUJUAN

Untuk mengetahui hubungan antara ilmu kalam, filsafat, dan tassawuf. Antara titik persamaan, titik perbedaan dan titik singgung.

BAB II
PEMBAHASAN
Hubungan ilmu Kalam , Filsafat , dan Tasawuf

A. Titik persamaan

Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala yang berkaitan dengan Nya. Objek kajian filsafah adalan kebutuhan disamping masalah alam, manusia dan segala sesuatu yang ada. Objek kajian tasawuf adalan tuhan. Yakni upaya-upaya pendekatan terhadap Nya. Jadi hubungan ilmu kalam , filsafah , dan tasawuf sama- sama berkaitan dengan ketuhanan.
Argumentasi filsafah sebagaiman ilmu kalam dibangun atas dasar logika, oleh karena itu , hasil kajiannya bersifat spekulatif ( dugaan yang tak dapat dibuktikan secara empiris , risot , dan eksperimental ) kerelatifan hasil karya logika itu menyebabkan kebenaran yang dihasilkannya.
Baik ilmu kalam , filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama , yaitu kebenaran ilmu kalam , dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri pula, berusaha menghampiri kebenaran , baik tentang alam maupun manusia (yang belum atau tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan karena berada diluar atau diatas jangkauannya) , atau tentang Tuhan. Sementara itu, tasawuf juga dengan metodenya yang tipikal berusaha menghampiri dengan perjalanan spirituan menuju Tuhan.

(1) Endang Saifudin Anshari , Ilmu Filsafat dan Agama. PT. Bina Ilmu Surabaya, 1990,hlm 174
B. Titik Perbedaan

Perbedaan diantara ketiga ilmu pada aspek metodeloginya. Ilmu kalam sebagai ilmu yang menggunakan logika di samping argumentasi – argumentasi naqliah yang berfungsi untuk menpertahankan keyakinan ajaran agama yang sangan tanpak pada nilai-nilai apologinya. Pada dasarnya ilmu ini menggunakan ilmu dialektika ( jadaliyah ) dikenal jiga dengan istilah dialog keagamaan. Sebagai sebuah dialog keagamaan , ilmu kalam berisi keyakinan. Keyakinan kebenaran agama yang dipertahankan melalui argument – argument rasional.
Sementara itu filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Metode yang digunakan adalah metode rasional. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan ( mengembara atau mengelanakan ) akal budi secara radikal (mengakar) yang integral ( menyeluruh ) serta universal ( mengalam ); tidak merasa mengikat oleh ikatan apapun kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang ternama logika.
Peranan ilmu filsafat sebagaiman dikataka Socrates adal berpegang teguh pada ilmu pengetahuan melalui usaha menjelaskan konsep – konsep (the gain of conceptual clarity )
Dalam filsafat, kebenaran yang dihasilkan oleh karya logika disebut kebenaran korespondensi adalah penyesuaian antara bahasa sederhana, kebenaran adalah penyesuaian antara apa yang ada didalam rasio dengan kenyataan sebenarnya idea lam nyata. 3.) Disamping korespodensi adalan kesesuian antara suatu pertimbangan baru dan pertimbangan yang telah diakui secara umum dan permanent. 4.) Disisi lain , didalam filsafat juga ada kebenaran pragmatic. Kebenaran pragmatic adalah sesuatu yang bermanfaat ( utility ) dan mungkin dapat dikerjakan ( workability ) dengan danpak yang memuaskan.
Ilmu tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan pada rasio, oleh karena itu filsafat dan tasawuf sangat distingtif, yang prosesnya diperoleh dan rasa , ilmu tasawuf bersifat sangat subjektif.
Ilmu kalam ( teologi ) berkembang menjadi teologi tradisional. Filsafat berkembang menjadi sains kealaman, sosial dan humaniora sedangkan filsafat berkembang menjadi filsafat klasik, pertengahan dan modern. Tasawuf berkembang menjadi tasawuf praktis dan tasawuf teoritis.
Dilihat dari objek oksiologi (manfaatnya) teologi diantaranya berperan sebagai ilmu yang mengajak orang yang baru untuk mengenal rasio sebagai upaya mengenal Tuhan secara rasional. Filsafat lebih berperan sebagai ilmu yang mengajak orang yang mempunyai rasio secara prima untuk mengenal Tuhan secara lebih jelas melalui pengamatan dan kajian alam dan ekosistemnya langsung. Sedangkan tasawuf lebih berperan sebagai ilmu yang memberikan kepuasan terhadap orang yang telah melepaskan rasionya secara bebas karena sudah memperoleh apa yang dicarinya.

C. Titik Singgung Antara Ilmu Kalam dan Ilmu Tasawuf

Dalam kaitannya ilmu kalam , ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spirituan dan pemahaman kalam. Pendalam yang mendalam melalui hati ( dzauq dan wijdan ) terhadap ilmu tauhid dan ilmu kalam menjadikan ilmu inilebih terhayati dalam perilaku.
Ilmu kalam pun berfungsi sebagai pengendalian ilmu tasawuf . oleh karena itu jika timbul suatu aliran yang bertentangan dengan aqidah dan as-sunnah , hal ini merupakan penyelewengan.
Selain itu ilmu tasawuf berfungsi kesadaran kerohanian dalam perdebatan – perdebatan kalam. Ilmu kalam dan dunia islam cenderung menjadi sebuah ilmu yang mengandung muatan rasional disamping muatan naqliah. Ilmu kalam dapat bergerak menjadi lebih liberal atau bebas.
Amalan – amalan tasawuf mempunyai pengaruh besar dalam ketaukhitan. Jika rasa besar tidak ada, misalnya muncullah kekufuran. Begitu juga dengan ilmu taukhid dapat memberikan kontribusi kepada lmu tasawuf. Sebagai contoh , jika cahaya taukhid telah lenyap, akan timbul penyakit – penyakit kalbu seperti sombong.
Al-Ghazali lebih memeparkan dalam bukunya yang berjudil Al-Maul Husna. Beliau lebih menjelaskan dengan baik persoalan taukhid dengan allah menurutya nama Tuhan ﺍﻟﺭﺤﻣﻦ dan ﺍﻟﺭﺤﻢ pada aplikasi kerohaniannya merupakan sebuah sifat yang harus diteladani . nama lain Allah yang harus kita teladani adalah Al – Qudus.
Dengan ilmu tasawus , semua persoalan yang berada dalam kajian ilmu tauhid terasa lebih bermakna , tidak kaku , tepapi lebih dinamis dan aplikatif.

(2) Anshari , op.al . hlm 173
(3) Lihat Titus ,ot.al ,Persoalan Filsafat ,terj. HM Rosyidi, Bulan Bintang, Jakarta, 1984.hlm 237
(4) Ibid , hlm 32
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Baik ilmu kalam , filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama , yaitu kebenaran ilmu kalam , dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri pula, berusaha menghampiri kebenaran , baik tentang alam maupun manusia (yang belum atau tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan karena berada diluar atau diatas jangkauannya) , atau tentang Tuhan. Sementara itu, tasawuf juga dengan metodenya yang tipikal berusaha menghampiri dengan perjalanan spirituan menuju Tuhan.
Perbedaan diantara ketiga ilmu pada aspek metodeloginya. Ilmu kalam sebagai ilmu yang menggunakan logika di samping argumentasi – argumentasi naqliah yang berfungsi untuk menpertahankan keyakinan ajaran agama yang sangan tanpak pada nilai-nilai apologinya. Pada dasarnya ilmu ini menggunakan ilmu dialektika ( jadaliyah ) dikenal jiga dengan istilah dialog keagamaan. Sebagai sebuah dialog keagamaan , ilmu kalam berisi keyakinan. Keyakinan kebenaran agama yang dipertahankan melalui argument – argument rasional.
Dalam kaitannya ilmu kalam , ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spirituan dan pemahaman kalam. Pendalam yang mendalam melalui hati ( dzauq dan wijdan ) terhadap ilmu tauhid dan ilmu kalam menjadikan ilmu inilebih terhayati dalam perilaku.
Ilmu kalam pun berfungsi sebagai pengendalian ilmu tasawuf . oleh karena itu jika timbul suatu aliran yang bertentangan dengan aqidah dan as-sunnah , hal ini merupakan penyelewengan.

Daftar pustaka

Endang Saifudin Anshari , Ilmu Filsafat dan Agama. PT. Bina Ilmu Surabaya, 1990

Lihat Titus ,ot.al ,Persoalan Filsafat ,terj. HM Rosyidi, Bulan Bintang, Jakarta, 1984

This entry was posted in kelas 1i. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s