takdir menurut filosof dan ilmuwan

kelompok 12

1j-2 psikologi

nama:

Misnur Satya.I.S                     (B77210112)

Amelia Kusuma.P       (B77210114)

Rusdy Humaydy          (B77210119)

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Saat ini kebanyakan kaum manusia telah banyak mengenal kata takdir walaupun mungkin hanya sebagai  kata-kata “TAKDIR”. Dan tak jarang juga kita mendengar pertentangan / perdebatan tentang takdir. Ada juga yang menurut ilmuwan orientalis. Atau bahasa  awamnya ilmuwan yang mengerti agama tetapi tidak mengikuti alirannya. (hanya mengerti) ada juga yang menurut ilmuwan agamis. Semua menurut pendapatnya masing-masing dan makalah ini. Berusaha mengambil persamaan atas  perbedaan tersebut. Semoga dapat bermanfaat dan sekali lagi mohon bimbingannya.

 

B.   Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini ialah sebagai berikut :

  1. Apa pengertian takdir menurut filosoft
  2. Apa pengertian takdir menurut ilmuwan

 

C.   Batasan Masalah

Agar dalam penulisan  makalah ini dan pembahasannya lebih efektif maka kami membatasi pembahasan makalah ini pada pengertian tokoh menurut  filosof dan pengertian  takdir menurut ilmuwan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Pengertian Filosof

Filosof adalah seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.   Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”.

B.   Pendapat Takdir Menurut Filosof

Menurut pada teolog takdir pada umumnya berkaiyan dengan tindakan personal manusia yang mengarah pada bagian kehendak manusia dalam bertindak dan berbuat, serta menimbulkan segala peranan dan kekuatan atas segenap tindakannya, ini pendapat paham jabariyah madzab. Madzab teologi yang terkenal menganut paham jabariayh adalah madzab teologis asy’ariyah yang terdiri dari penmgikutnya Abu al Hasan Ali bin Ismail Asy’ari. Dalam bab ini menyatakan bahwa tindakan menyatakan bahwa tindakan manusia tidak berasal dari kehendaNya dan kemampuannya sendiri, melainkan diciptakan oleh Allah. Manusia tidak berperan  dalam menciptakan perbuatannya, melainkan peranannya hanya terbatas pada mengusahakan (Kabs).

Dengan usaha  intelektualnya ini, Al Asya’ari mempunyai dua prinsip yang fundamental, yaitu prinsip tauhid dan prinsip keadilan.

  1. Pendapatnya, semua tindakan manusia dicptakan oleh Allah, manusia tidak memiliki apapun dalam mencipta.

Allah berfirman :

 

 

Padahal Allah-lah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu” (Qs.Ash Shafai [37]:96)

2.    prinsip keduanya dalam pemikirannya kaib/usaha yang dipertahankan sedemikian rupa agar rumusan dalam prinsip pertama tidak berakhir pada jabariayah penyadaran konsep pahala, hukuman dan gugurnya pertanggung jawaban manusia, kemudian agar tidak pula terjerembab pada penafian sifat keadilan ilahi.

Bagaimanapun juga,  tidaklah adil jika seorang hamba di hukum atas perbuatannya, dimana ia tidak memiliki andil dan kekuasaan dalam menciptakan perbuatan itu.

Intisarinya ten kasb adalah bahwa setiap tindakan mempunyai dua sisi tertentu dari tindakan tersebut yang dijadikan oleh Allah sebagai alas an memberikan pahala dan hukuman. Sisi  pertama sebagai pencipta, disandarkan kepada Allah. Penyandaran tidak kepada selain sang pencipta berate menyatukan kedua  segi dimana sang hamba dengan suatu predikat tertentu mendapatkan pahala atau hukuman, seperti predikat sholat, puasa, haji, mengumpat, berbohong dan lain-lain.

 

C.   Pengertian Ilmuwan

Ilmuwan ialah orang yang  bekerja dan mendalami ilmu pengetahuan dengan tekun dan sungguh-sungguh. Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk memiliki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

 

 

D.   Pendapat Ilmuwan Tentang Takdir Menurut Ilmuwan

  1. 1. Dari M.Quraish Shihab

Semua kaum muslim percaya akan takdir, hanya saja berbeda dalam menafsirkannya.

Tulisan ini berusaha melihat dari sudut pandang al-quran takdir berasal dari kata qadr “ yakni “kadar”ukuran” dan batas”.

“Dia menciptakan segala sesuatu, lalu dia menetapkan atas takdirnya (ketetapan) yang sempurna-sempurnanya (Qs 25 :2)

“ Dan tidak sesuatu pun kecuali ada disisi kami khazanah (sumber) – nya dan kami tidak menurunkannya kecuali dengan kadar (ukuran) tertentu (Qs 15 : 21)

Banyak sekali ayat yang menerangkan hakikat ini

“bahkan rumput hijau atau terbakar sekalipun berlaku atas takdirnya tuhan (Qs : 7 :4-5)

Bagaimana ia tumbuh subur, mengapa ia kering, berapa kadar kekeringannya, kesemua itu ukurannya telah di tetapkan oleh Allah. Disamping itu manusia berada dalam lingkungan takdir, sehingga apapun itu tak terlepas dari takdir yang sesuai kadarnya.

“ harus di ingat bahwa hokum itu banyak dan kita di beri kemampuan untuk mamilih “. Tidak seperti matahari dan  bulan Umar bin khatab membatalkan suatu kunjungan ke satu daerah karna mendengar adanya wabah di daerah tersebut, beliau ditanya apakah anda menghindar dari takdir tuhan ? umar menjawab.

“saya menghindar dari takdir yang satu ke takdir yang lain”. Dengan arti ada takdir buruk.

  1. 2. Dari Dr.Bustanuddin Agus

Diketahui dari penelitian tahun 1988-1989. Dikalangan dosen ilmu ekonomi dan suku minang kabau (bustanudin, 1992, 50-51) masalah takdir dan ikhtiar dapat di kelompokkan atas 3 pola.

  1. Berpendapat bahwa gejala social berlangsung secara kausalitas, tetapi dari segi pandang seorang muslim bahwa semua itu terjadi atas kehendak mutlak allah dan manusia tidak punya pilihan  bebas, pandangan ini bersifat dualis atau di kotomi.
  2. Berpendapat bahwa takdir merupakan kekuasaan tuhan yang tampil pada akhir usaha dan dalam bentuk kegagalan yang disebabkan oleh factor diluar control manusia atau masyarakat yang bersangkutan pola ini mementingkan usaha dan melihat bahwa gejala social ekonomi pada umumnya atau kebanyakan berlangsung menurut proses sebab akibat. Pemahaman ini tergolong jabariyah (fatalism) dan tidak pula menyampingkan masalah ketentuan dan takdir tuhan sehingga dapat dikelompokkan dalam persepsi ilmuwan sinkronis.
  3. Pola yang tidak mengandung dualism antara peran usaha dan pilihan manusia dengan takdir tuhan, seperti pandangan yang tidak begitu memperhatikan masalah takdir dalam kegiatan sehari-hari, yang membatasi takdir itu pada hal-hal yang sangat terbatas (dilahirkan sebagai laki-laki) dan yang memandang bahwa ketentuan tuhan itu sejalan dengan usaha manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Jadi kesimpulannya anatara ilmuwan dan filsafat, sama-sama mengerti bahwa takdir itu dari tuhan /Allah Swt, hanya saja menafsirkan mereka berbeda. Dan antara ilmuwan dan filsafatpun paham bahwa apapun yang difirmankan oleh Allah. Kejadian yang ada di bumi adapun seantera jagadnya raya ini terjadi dengan kehendak dan kuasanya.

Semuanya masih dalam 1 maksud dan 1 inti, hanya saja cara menafsirkan, mengucapkan dan menjabarkannya berbeda-beda karena dari pola piker yang berbeda, sehingga dalam mengartikan juga berbeda namun mempunyai maksud yang sama.

 

  1. B. Saran

Setiap orang mempunyai jalan pikiran dan keyakinan yang berbeda –beda. Oleh karena itu, lebih baiknya kita tetap pada pedoman yang kita pegang yaitu Al-Qur-an dan Al-Hadist dan menganut norma-norma yang wajar dan sesuai tuntutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

-           Rizalah Ar Markaz, 2005. Dua wajah tuhan,jakarta.pustaka-zahra.

-           Shihab M.Quraish, Lentera merah (kisah dan hikah kehidupan), 97-98 PT.MIZAN PUSTAKA

-           Dr. Agus Bustannudin, Pengembangan Ilmu Sosial (Studi Banding Pandangan Ilmiah Dan Ajaran Islam. Gema Insani Press

-           http : www.harun harun raya.com / indo /buku/menyanggah 19 htm

-           http : www.wikipedia /ilmuwan, com

-           http : www. Wikipedia / filsafat . com

-      http://id.wikipedia.org/wiki/Filosofi

This entry was posted in kelas 1 j2. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s